Laporkan Masalah

STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT KORBAN LUMPUR PANAS SIDOARJO SETELAH RELOKASI PERMUKIMAN DI DESA KEPATIHAN KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO

SILVIA SUSANTI, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. ; Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.

2015 | Tesis | S2 Kependudukan

Penelitian strategi penghidupan masyarakat korban lumpur panas Sidoarjo ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat akibat semburan lumpur panas. Semburan lumpur panas tersebut menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, persawahan, dan perindustrian di beberapa desa di sekitarnya yang berdampak pada kerugian sosial ekonomi yang menyebabkan masyarakat perlu mengatur strategi penghidupan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi, mengidentifikasi tingkat kesejahteraan, dan megidentifikasi strategi penghidupan masyarakat korban lumpur panas Sidoarjo yang tinggal di Desa Kepatihan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi masyarakat korban lumpur panas Sidoarjo yang tinggal di Desa Kepatihan Kecamatan Tulangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabulasi silang dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat korban semburan lumpur panas banyak mengalami perubahan. Tingkat kesejahteraan masyarakat sebagian besar responden mengalami peningkatan, karena selain mereka mempunyai pendapatan tetap setiap bulan, beberapa dari mereka juga mempunyai penghasilan tambahan yang diperoleh dari pekerjaan sampingan. Strategi penghidupan yang digunakan oleh masyarakat korban lumpur panas Sidoarjo adalah memanfaatkan relasi, bekerja swadaya, dan membatasi jumlah pengeluaran.

This research is motivated by changes in socio-economic conditions due to mudflow, leading to housing relocation in Kepatihan, Tulangan, Sidoarjo District. The mudflow in Sidoarjo destroyed paddy fields, residential settlement, and small-scale industries, causing substantial socio-economic losses. Thus, a large number of people have to adjust livelihood strategies in order to maintain their lives and their welfare. This research is aimed at (1) identifying socio-economic conditions, (2) identifying the level of social welfare, and (3) identifying livelihood strategies of Sidoarjo mudflow victims following the post relocation of settlements in Kepatihan Village, Tulangan, Sidoarjo District. This research used census where all of victims became the sample of the research. The data collection technique included observations, questionnaire-based interviews, and documentations. Data analysis used crosstab and coefficient contingency approach. This study found that there were significant changes in socio-economic condition among Sidoarjo mudflow victims. In particular, most of respondents reported that their incomes increased because in addition to their monthly incomes, they also have additional incomes from their second jobs. Therefore, people affected by the mudflow have leveraged their networks, been self-employed, and managed their expenditures.

Kata Kunci : strategi penghidupan, korban lumpur panas sidoarjo, relokasi permukiman

  1. S2-2015-357013-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357013-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357013-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357013-title.pdf