ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM PEMANFAATAN LAHAN DI BAWAH TEGAKAN OLEH LMDH WANA LESTARI DALAM IMPLEMENTASI PHBM DI RPH CANDIROTO, BKPH CANDIROTO, KPH KEDU UTARA
LIA LATIFAH NUR, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut., M.A.
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANSalah satu kegiatan dalam sistem PHBM yang dilaksanakan di Desa Congkrang, RPH Candiroto, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara adalah budidaya kopi di bawah tegakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem budidaya kopi di Desa Congkrang, sistem kelembagaan yang berjalan di LMDH Wana Lestari, dan upaya pengembangan kelembagaan yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pedoman umum analisis kelembagaan menurut San Afri Awang (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan kopi di bawah tegakan di Desa Congkrang meliputi kegiatan pengolahan tanah dan penyediaan bibit; penanaman; pemeliharaan berupa babat rumput, pemupukan, pemangkasan, penyambungan, pemberantasan hama penyakit dan penyulaman; pemanenan dan pengolahan pasca panen; serta penjualan hasil kopi. Aktor-aktor yang terlibat dalam budidaya kopi di Desa Congkrang adalah petani kopi, LMDH Wana Lestari, Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, LSM Dipersani, pengepul lokal, pengepul induk, dan Perum Perhutani. Upaya pengembangan kelembagaan bisa dilakukan dengan meningkatkan kegiatan monitoring dan evaluasi oleh pihak Perhutani, memberikan penyuluhan, pelatihan, dan studi banding kepada pihak LMDH Wana Lestari agar tercipta lembaga masyarakat yang fungsional, mandiri dan bertanggung jawab
One of activities in the CBFM system which is conducted at Congkrang Village, RPH Candiroto, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara is cultivation of coffee under the stands. This research aims to find out coffee cultivation system at Congkrang Village, institutional system which runs in LMDH Wana Lestari, and the efforts upon institutional development which can be done. The method of this research was survey. The sampling technique used in this research was purposive sampling and stratified random sampling. Indeed, the data collections came from the observation, interview, and documentation. Data analysis utilized general guidelines on institutional analysis by San Afri Awang (2003). The result of this research shows that coffee management activities under the stands at Congkrang Village consists of soil processing and seeds provision; planting; maintenance by the grass tripe, fertilization, pruning, grafting, pest eradication, and replanting; harvesting and post-harvest processing, and also coffee selling. The actors who were involved in coffee cultivation at Congkrang Village namely coffee farmers, LMDH Wana Lestari, village government, local government, NGO-Dipersani, local middleman, larger middleman, and Perum Perhutani. Institutional development efforts can be conducted by increasing the number of monitoring and evaluation activities by Perum Perhutani, providing counseling, training, and holding comparative study. These activities should be considered by LMDH Wana Lestari in order to generate society institutional in which having functional aspects, to be independent, and responsibilities.
Kata Kunci : kelembagaan, budidaya kopi, PHBM