Gaya Hidup dalam Kegiatan Arisan dalam Kelompok Arisan Seleb Studi Kasus dalam Kelompok Arisan Seleb, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan Banten
VARATISHA ANJANI ABDULLAH, Dr. Suzie Handajani
2015 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaStudi ini bermaksud mengkaji fenomena gaya hidup di masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta melalui kegiatan arisan. Penelitian dilakukan di daerah Jakarta pinggiran, tepatnya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Pertanyaan pendukung dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana arisan menjadi sebuah arena dan ajang kontestasi bagi setiap kelompoknya? 2) Bagaimana dinamika kelompok Arisan Seleb dan apa yang mempersatukan mereka hingga terbentuk satu kelompok yang relatif bertahan lama? 3) Bagaimana dinamika relasi kuasa anggota kelompok arisan tersebut?Kajian yang mengkritisi fenomena gaya hidup melalui kegiatan arisan ini didefinisikan sebagai gagagsan yang bisa menjadi pilihan-pilihan bagi seseorang ketika ingin mengikuti kegiatan arisan ataupun dalam praktek konsumsinya dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini melihat bahwa kegiatan arisansebagai produk lama dari Indonesia yang telah mengalami perkembangan luar biasa, sehingga dari bentuk dan macamnya bisa ditinjau dari tinjauan gaya hidup khususnnya di masyarakat perkotaan. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa identitas merupakan hal yang penting di dalam kegiatan arisan. Identitas kemudian muncul karena kegiatan arisan yang ada didominasi oleh pola-pola konsumsi di dalmnya. Dari kegiatan konsumsi itu, lahirlah sebuah kompetisi antar anggotanya. Tujuannya ialah menunjukkan siapa yang memiliki identitas lebih tinggi dan siapa yang tidak. Yang tidak kalah menarik dalam kegiatan arisan ini ialah, peran sang ketua arisan yang berhasil mempengaruhi para anggotanya untuk mengikuti segala perintahnya dengan dalih kepentingan kegiatan arisan. Kekuatan yang dimiliki oleh sang ketua untuk mempengaruhi anggota lain, tidak disadari oleh para anggota. Jalinan pertemanan yang kuat antara sang ketua dan anggotanya yang lain, membuat mereka masuk ke dalam sebuah sistem di mana ada yang mengendalikan dan apa yang dikendalikan.
This study observed urban lifestyle phenomenon in Jakarta, namely arisan. Conducted in the outskirt of Jakarta, which is Ciputat, South Tangerang, this study questioned 1) How does arisan become an arena of contestation for the group in which it was held? 2) How is the dynamic of Arisan Seleb group and what have united them as a relatively long lasting group? 3) How is the dynamic of power relation among the members of the group? This study, which aimed to observe the phenomenon of life style through arisan activities, attempted to observe ideas that underlies the motives of individuals when participating in arisan group and when consuming goods in their daily life. Arisan, the old practice in Indonesia, had developed rapidly so that its varied forms could be studied under the perspective of urban life style. The study found that identity was important in arisan. It emerged as arisan activities were dominated by consumption. Competition among the members of arisan group occurred as a result. It showed who had higher identity and who had not. The role of the leader of the group was interesting as well. The leader was succesful to persuade the members to follow her orders for the sake of arisan activity. The power of the leader was not realized by other members. Strong bond of friendship between the leader and the members made them entering a system where one controlled others on what needs to be controlled.
Kata Kunci : konsumerisme, arisan, identitas / consumerism, arisan, identity