AKTIVITAS ANTIVIRAL TEH TERHADAP TOBAMOVIRUS
SEKAR UTAMI PUTRI, Prof. Dr. Ir. Soesamto Somowiyarjo, MSc; Dr. Ir. Sedyo Hartono, MP
2015 | Tesis | S2 FitopatologiTobamovirus merupakan kelompok virus dengan memiliki kisaran inang yang luas dan umumnya menginfeksi tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu virus dari genus tobamovirus adalah Tobacco Mosaic Virus (TMV). TMV ini menjadi kendala dalam budidaya tembakau di Klaten, karena infeksi virus pada tembakau mempengaruhi produktivitas tanaman. Antiviral merupakan salah satu pengendalian yang dapat diaplikasikan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan virus tersebut. Teh merupakan salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai antiviral, karena kandungan bahan kimia yang terkandung dalam teh. Penelitian ini akan mengkaji aktivitas antiviral teh terhadap perkembangan Tobamovirus dengan penggunaan pelarut pada proses ekstraksi teh. Perlakuan antiviral yang dilakukan yaitu dengan mengaplikasikan ekstrak teh sebelum inokulasi dan setelah inokulasi. Teh yang diekstrak berasal dari PT. Pagilaran yaitu klon PGL 11, PGL 4, PGL 15, GMB 7 dan Peko super dengan pelarut yang digunakan akuades, etanol dan metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian teh sebelum inokulasi pada tanaman inang mampu memperpanjang masa inkubasi dan pada klon PGL 15 dan PGL 7 menunjukkan adanya daya penghambatan lesio lokal 100% pada pengaplikasian teh setelah inokulasi. Untuk keparahan penyakit pada pengaplikasian teh setelah inokulasi ada kecenderungan memiliki persentase tinggi dibandingkan sebelum inokulasi pada tembakau. Ekstraksi dari klon PGL 15 dan PGL 7 termasuk klon yang memiliki persentase keparahan penyakit lebih rendah dibandingkan dengan klon lain. Hal ini menunjukkan adanya potensi teh sebagai antiviral yang peranannya bersifat Ribosom Inactivating Protein (RIP) dan penginduksi ketahanan sistemik. Namun secara keseluruhan, pengaplikasian antiviral teh terhadap tobamovirus tidak beda nyata terhadap masa inkubasi, daya penghambatan nekrotik lokal dan keparahan penyakit
Tobamovirus is a group of viruses that hasa wide range of host and infects plants that have high economic value. One of the viruses from Tobamovirus genus is Tobacco Mosaic Virus (TMV). The TMV becames a problem in the tobacco cultivation in Klaten, because virus infection in the tobacco affects plant productivity. Antiviral is one of controls that can be applied to control disease caused by the virus. Tea is one of natural substances that can be used as an antiviral, because of the chemicals contained in it. This research aims to know the tea antiviral activity on Tobamovirus with several solvent of extracted tea proceed. Antiviral treatment applied is applying tea extract before inoculation (pre-inoculation) and after inoculation (post-inoculation). Extract tea is PT. Pagilaran that is PGL 11, PGL 4, PGL 15, GMB 7 clones and Peko super tea with solvents used are distilled water, ethanol and methanol. The results show that pre-inoculation treatment on host can extend incubation period and PGL 15 and PGL 7 clones show there is 100% inhibiton of lessio local. The severity of disease post-inoculation treatment has tendency to higher percentage compared pre-inoculation treatment on tobacco. Extract tea of PGL 15 and PGL 7 clones include clones that have lower percentage of disease severity compared to other clones. It shows that tea has a potential role as an antiviral is Ribosome Inactivating Protein (RIP) and inducer systemic resistance. However overall the application of antiviral tea to tobamovirus has no significant difference to the incubation period, inhibition of lessio local and severity of the disease
Kata Kunci : Antiviral, Teh, Tobamovirus