RUKUN DAN HORMAT: STUDI ANAK NONGKRONG Di CAFE DI YOGYAKARTA
WAHYU SATRIO GUNTORO, Abdul Gaffar Karim, S.IP, M.A
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Studi ini bercerita penerapan konsep etika Jawa dalam pergaulan di ruang publik yang ada diYogyakarta. Etika Jawa merupakan suatu ilmu mengenai kebaikan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban moral yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Etika Jawa terdiri dari dua kaidah besar yang dijelaskan melalui prinsip kerukunan (harmoni) dan prinsip hormat (hierarki). Subjek penelitian adalahpelanggan di cafe tradisional dan modern. Penelitian ini memiliki gagasan besar yang mencoba ditelaah dengan pertanyaan penelitan, Bagaimana penerapan konsep harmoni dan hierarkipada interaksi anak nongkrong di ruang publik berupa cafe di Yogyakarta?. Teori diskursus digunakan untuk menjelaskan konsep harmoni dan hierarki menurut etika Jawa dalam interaksi anak nongkrong di ruang publik. Temuan utama peneltian ini adalah penerapan prinsip kerukunan dan prinsip hormat. Penerapan prinsip kerukunan dan prinsip hormat yang baik mampu menumbuhkan suasana interaksi yang ideal bagi berkembangya demokrasi deliberatif.
The aim of this study was to explore the application of Javanese ethics conceptions in the society daily basis talks in public sphere. The locus of the study was modern and traditional cafes in Yogyakarta which considered as The Third Place. The study focus on the Harmony and Honorary values as one of the Javanese ethics application at the people daily basis conversation. The subject of this study was a number groups of cafes customer, which known as anak nongkrong. Participative observation and interview were used to collect the qualitative data. The study found that Harmony and Honorary values are existed in the group talks, in which could generate a postive democratic deliberative atmosphere. The study also found that traditional cafe tends to be more inclusive than the modern one, in terms of the instant customer groups forming. Further result will be discussed.
Kata Kunci : pelanggan, tradisional, modern, etika jawa