Laporkan Masalah

KEMISKINAN MULTIDIMENSI ANAK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2011 DAN 2013

AHMAD AGUS ARIF W., Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Sasaran pengentasan kemiskinan adalah seluruh warga negara tidak terkecuali anak. Pengukuran kemiskinan anak penting karena anak yang tumbuh dalam kemiskinan cenderung miskin pada masa dewasanya. Penelitian ini meneliti kemiskinan anak dalam delapan dimensi, yaitu pendidikan, kesehatan, sanitasi, air bersih, tempat tinggal, pekerja anak, perlindungan dan pencatatan sosial, serta komunikasi dan informasi. Tujuan penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis kemiskinan multidimensi anak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2011 dan 2013. Metode yang digunakan adalah Alkire dan Foster dengan klasifikasi cutoff kemiskinan multidimensi mengacu pada metode Bristol. Hasil penelitian dengan menggunakan data Susenas tahun 2011 dan 2013 menunjukkan bahwa 60,53 persen anak di Provinsi Sulawesi Tenggara miskin pada dua dimensi atau lebih pada tahun 2011 dan menurun menjadi 49,65 persen tahun 2013. Tingkat kemiskinan anak tahun 2013 sebesar 21,47 persen menurun dibandingkan tahun 2011 sebesar 28,47 persen. Rata-rata deprivasi yang dialami anak miskin adalah 3-4 dimensi. Empat dimensi kemiskinan anak tertinggi adalah tempat tinggal, perlindungan dan pencatatan sosial, sanitasi, serta kesehatan. Tidak terjadi perbedaan yang signifikan tingkat kemiskinan yang dialami oleh anak laki-laki dan perempuan, tetapi terjadi disparitas yang tinggi antara perdesaan dan perkotaan dan antarkabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Model terbaik untuk menganalisis kemiskinan multidimensi anak yang dipengaruhi oleh faktor-faktor individu, rumah tangga, dan geografis tahun 2011 dan 2013 adalah model regresi logistik. Hasil analisis data tahun 2011 menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin anak, umur anak, umur kepala rumah tangga, tingkat pendidikan yang ditamatkan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, pengeluaran per kapita per bulan, klasifikasi wilayah tempat tinggal, dan kabupaten/kota tempat tinggal merupakan faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi kemiskinan multidimensi anak. Adapun faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi kemiskinan multidimensi anak tahun 2013 adalah umur anak, umur kepala rumah tangga, tingkat pendidikan yang ditamatkan kepala rumah tangga, pengeluaran per kapita per bulan, klasifikasi wilayah tempat tinggal, dan kabupaten/kota tempat tinggal.

Poverty alleviation goals are all citizens, child is no exception. Measurement of child poverty is important because child who grow up in poverty tend to be poor in adulthood. This study examined child poverty in eight dimensions: education, health, sanitation, clean water, shelter, child labor, social inclusion and protection, and communication and information. The purpose of this study is to calculate and analyze multidimensional child poverty and the factors that influenced in Southeast Sulawesi Province in 2011 and 2013. The Alkire and Foster methods with the classification cutoff refers to methods of Bristol are used. The results using data from Susenas 2011 and 2013 showed that 60.53 percent of children in Southeast Sulawesi Province deprived at least in two dimensions in 2011 and decreased to 49.65 percent in 2013. The child poverty rate in 2013 is 21.47 percent lower than 2011 at 28.47 percent. The average deprivation poor children is 3-4 dimension, the highest four of child poverty dimension were shelter, social inclusion and protection, sanitation, and health. No significant differences of poverty rate by boys and girls, but high disparity between rural and urban areas and between regencies/municipalities in Southeast Sulawesi Province. The best model to analyze the multidimensional child poverty that influenced by individual, household, and geographic factors in 2011 and 2013 were logistic regression model. Results of data analysis in 2011 showed that the variables of sex of child, age of child, age of household head, household head's education level attained, number of household members, expenditure per capita, classification of area of residence, and regencies/municipalities were the factors that significantly influenced multidimensional child poverty, while the factors that significantly affected multidimensional child poverty in 2013 were child's age, age of household head, household head's education level attained, per capita expenditure, classification of area of residence, and regencies/municipalities.

Kata Kunci : kemiskinan multidimensi anak, Alkire dan Foster, regresi logistik, Provinsi Sulawesi Tenggara.

  1. S2-2015-372122-bibliography.pdf  
  2. S2-2015-372122-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2015-372122-title.pdf