Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Terhadap Ketimpangan Pendapatan (Pendekatan Data Panel Kabupaten/ Kota Di Daerah Istimewa Yogyakarta 2007-2012)

MUHAMMAD YUNO ARDIAN, Latri Wihastuti, S.E., M.Sc.

2015 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SV

Salah satu permasalahan dalam proses pembangunan daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu adanya ketimpangan/ disparitas pendapatan antar daerah/ antar kabupaten yang dapat ditunjukan dari Indeks Gini. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yberlangsung secara menyeluruh guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Pembangunan manusia mencerminkan kualitas hidup masyarakat suatu daerah. Dengan modal manusia yang berkualitas, kinerja ekonomi diyakini juga akan lebih baik (Brata, 2002). Penelitian ini menggunakan variabel PDRB per kapita sebagai indikator pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta Indeks Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan kabupaten/ kota Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2007-2012. Metode analisis yang dugunakan adalah analisis regresi sederhana dengan menggunakan EViews. Hasil penelitian sesuai dengan Kuznets (1971) yang menyatakan bahwa dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan mempunyai korelasi positif, sedangkan jika dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan akan mempunyai korelasi negatif. Sesuai dengan Mbaku (1997), hasil penelitian juga mendukung menunjukkan bahwa IPM merupakan prediktor yang lebih baik dibandingkan dengan PDRB per kapita dalam memprediksi ketimpangan pendapatan.

One of problems in the process of regional development at Yogyakarta, that is inequality income/ disparity among regions which can be shown on the Gini Index. Economic growth in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) used to improve the community’s economy. Human development reflects the quality of life of a region. With the quality of human capital, economic performance is believed to be better (Brata, 2002). This study uses a variable GDP per capita as an indicator of economic growth and the Human Development Index (HDI), as well as the Gini index as an indicator of income inequality district / city of Daerah Istimewa Yogyakarta in 2007-2012. Analytical methods that are used are simple regression analysis using Eviews. Results study consistent with Kuznets (1971), which states that in the short term, economic growth and income inequality has a positive correlation, whereas if in the long term, economic growth and income inequality will have a negative correlation. In accordance with Mbaku (1997), the results also support that IPM is a better predictor than the GDP per capita in predicting income inequality.

Kata Kunci : PDRB per Kapita, Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Gini, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan.

  1. D3-2015-337615-abstract.pdf  
  2. D3-2015-337615-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-337615-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-337615-title.pdf