Laporkan Masalah

Farmer Group Roles on Adoption of Local Wisdom Innovation to Support Food Self-Sufficiency in Sleman Regency

DIAH FITRIA W, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S.; Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S.

2015 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Adopsi inovasi usahatani berbasis kearifan lokal perlu dikembangkan untuk mencapai swasembada pangan dan kelestarian lingkungan. Inovasi tersebut diperkenalkan pada petani melalui kelompok tani. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mempelajari peran kelompok tani sebagai unit belajar, kerjasama, dan produksi; (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran kelompok tani; (3) menganalisis peran kelompok tani terhadap adopsi inovasi kearifan lokal; dan (4) memahami pengaruh adopsi inovasi kearifan lokal terhadap produktivitas padi. Teknologi ramah lingkungan berbasis kearifan lokal yang diadopsi oleh petani antara lain perendaman benih dalam larutan garam dengan telur terapung, penggunaan daun pisang dan besek, pemanfaatan akar bambu, jajar legowo, pengaplikasian pupuk organik dan pestisida hayati, penanaman bibit muda dengan membentuk posisi L, irigasi berselang dan macak-macak, dan pemanenan yang tepat. Penelitian ini melibatkan 60 petani padi yang dipilih secara acak dengan metode simple random sampling (SRS) di Kecamatan Prambanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kelompok tani, petani telah menyadari pentingnya inovasi kearifan lokal. Dalam hal ini, kelompok tani memiliki peran sebagai unit belajar, unit kerjasama, dan unit produksi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa luas lahan garapan dan partisipasi aktif petani dalam kelompok tani berpengaruh secara positif dan signifikan pada peran kelompok tani pada α=5% dan 1%, berturut-turut. Peran kelompok tani pun memberikan pengaruh positif terhadap adopsi inovasi, yang juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas padi sehingga terjadi peningkatan dari 7,47 ton/Ha menjadi 8,65 ton/Ha. Dengan demikian, strategi peningkatan produktivitas padi adalah dengan meningkatkan partisipasi anggota kelompok tani sehingga kelompok tani berperan dalam peningkatan adopsi inovasi.

Local wisdom innovation adoption needed to be developed to reach toward the goal of food self-sufficiency and to maintain the environment preservation. In this case, the innovations are introduced through farmer group. Therefore, this research aimed at studying farmer group roles as a unit of study, cooperation, and production; knowing factors influencing farmer group roles; analyzing farmer group roles' influence on local wisdom innovation adoption; and understanding the influence of the innovation adoption on rice productivity. The technologies adopted by farmers were seeds immersion in salt solution with floating egg, banana leaf and plaited bamboo basket, bamboo roots, jajar legowo, organic fertilizer and botanical pesticide, seedlings planting in the early age to shape a letter of L, soggy-field and interval irrigation, and good harvest management. The research done in Prambanan Sub Districts took 60 farmers as the samples chosen by using simple random sampling (SRS) method. The result showed that farmers in research area had realized the important of innovations due to farmer group roles. Farmer group acts as unit of study, cooperation, and production. The research result analyzed by using multiple regression showed that landholding size and farmer group participation had positive and significant influence on farmer group roles at α=5% and 1%, respectively. It was proven that the developed farmer group roles increasing adoption level could raise rice productivity from 7.47 ton/Ha to 8.65 ton/Ha. In short, the strategy to increase rice yields was to improve farmers' participation so farmer group performs high role towards innovation adoption.

Kata Kunci : food self-sufficiency, local wisdom, innovation adoption, farmer group role, productivity

  1. S1-2015-320064-abstract.pdf  
  2. S1-2015-320064-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-320064-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-320064-title.pdf