KETANGGUHAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR ROB DI KELURAHAN BANDENGAN, KOTA PEKALONGAN
RR DYAH KARTIKA R, Ratna Eka Suminar, S.T., M.Sc
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKelurahan Bandengan di Kota Pekalongan merupakan salah satu kelurahan yang berada di kawasan pesisir pantai laut Jawa yang terdampak secara langsung oleh adanya perubahan iklim. Dampak perubahan iklim yang terjadi di Kelurahan Bandengan adalah banjir rob. Banjir rob di Kelurahan Bandengan terjadi mulai tahun 2005 hingga saat ini. Adanya banjir rob tersebut menjadi suatu ancaman bagi masyarakat Kelurahan Bandengan. Ancaman tersebut menyebabkan masyarakat Kelurahan Bandengan menjadi rentan secara fisik lingkungan, sosial dan ekonomi. Ancaman tersebut memaksa masyarakat Kelurahan Bandengan untuk melakukan upaya-upaya dalam menanggulangi banjir rob yang terjadi. Dengan menggunakan metode penelitian deduktif kualitaif, penelitian ini mengidentifikasi upaya-upaya yang telah dilakukan masyarakat Kelurahan Bandengan dalam menghadapi banjir rob. Upaya-upaya tersebut dilakukan sesuai dengan tahap penanggulangan bencana meliputi tahap respon/adaptasi, pemulihan, mitigasi dan persiapan. Pada tahap adaptasi, terdapat tiga upaya yang dilakukan masyarakat ketika banjir rob terjadi adalah a) tidak melakukan kegiatan apa-apa, b) peralihan pekerjaan, dan c) pindah ke daerah lain untuk menghindari banjir rob. Selanjutnya pada tahap pemulihan, masyarakat Kelurahan Bandengan hanya melakukan upaya rekonstruksi yaitu dengan memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat terkikis oleh banjir rob. Kemudian pada tahap mitigasi terbagi menjadi dua, yakni mitigasi struktural dan mitigasi non struktural. Mitigasi struktural yang dilakukan masyarakat berupa a) peninggian teras rumah, b) peninggian jalan, c) pembangunan tanggul dan d) pembangunan parapet. Sedangkan upaya mitigasi non struktural belum melakukan kegiatan apapun. Pada tahap persiapan menghadapi banjir rob, upaya yang dilakukan masyarakat hanya sebatas meletakkan benda-benda rumah tangga ke tempat yang lebih tingi. Kegiatan-kegiatan penanggulangan yang dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi banjir rob tersebut kemudian dinilai untuk melihat ketangguhan masyarakat Kelurahan Bandengan. Penilaian tersebut dikaitkan dengan manajemen penanggulangan bencana meliputi aspek legislasi, perencanaan, kelembagaan, pendanaan, pengembangan kapasitas dan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Bandengan belum tangguh dalam menghadapi bencana banjir rob. Ketidaktangguhan masyarakat tersebut disebabkan oleh masih minimnya upaya-upaya yang dilakukan masyarakat Kelurahan Bandengan dalam menanggulangi banjir rob.
Bandengan, in Pekalongan, is a township at coastal area of Java Sea that being disturbed by climate changing. The effect of climate changing, happened in Bandengan, is tidal flood. Tidal flood in Bandengan started at 2005 till now. The tidal flood became a threat for citizen. That threat made citizen of Bandengan became environmentally , socially, and economically vulnerable. The danger of tidal flood push citizen of Bandengan to works over the effects. This research used deductive-qualitative method to indentify the effort that have been done by Bandengan citizen in that actions. That exertion have been done fitting with hazard avoidance steps that consists of response/adaptation, recovery, mitigation and preparation. In adaptation step, there are three forces that have been done by citizen of Bandengan, that are : a) doing nothing; b) changing over occupation; c) moving to the other area. Then in recovery step, citizen only doing rekonstruction effort, that were fixing damaging infrastructure because of tidal flood. Afterward, in mitigation step that devided in two kinds, that are structural mitigation and non structural mitigation. There are four actions in structural mitigation, such as : a) rising house teracce; b) escalating street; c) built embankment and d) built parapet. Beside that, the non structural mitigation have not been done by citizen of Bandengan. In preparation step to face the tidal flood, citizen only put their property to higher place. The actions that have been done by citizen to handle tidal flood, be evaluated to find out resilience of Bandengan people. Resilience evaluation was connected with prevent hazard mangements, contain of : a) legislation aspect; b) spatial planning aspect; c) organization aspect; d) financial aspect; e) developing capacity; f) response/adaptation and recovery; and g) prevention hazard application. Based on evaluation result, Bandengan people have not had strong resilience to avoid the tidal flood. The weakling resilience of citizen because of the less of actions that have been done by citizen to face the tidal flood.
Kata Kunci : Upaya, Banjir Rob, Penilaian, Penanggulangan Bencana, Ketangguhan / efford, tidal flood, evaluation, hazard prevention, Resilience