Karakterisasi Morfologi dan Anatomi Sepuluh Kultivar Padi Kapuas Hulu
CICI FITRI YANI, Dr. Ratna Susandarini, M.Sc.
2015 | Skripsi | BIOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologis dan anatomis sepuluh kultivar padi Kapuas Hulu dan hubungan kekerabatan antar sepuluh kultivar padi tersebut berdasarkan karakter morfologis. Karakterisasi morfologis dan anatomis dilakukan terhadap padi yang ditanam pada lingkungan yang seragam di rumah kaca. Pengamatan morfologis dilakukan pada organ batang, daun, bunga, dan buah. Karakter anatomis yang diamati adalah kerapatan stomata pada daun. Karakter morfologis yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dan secara kuantitatif untuk mengetahui hubungan kekerabatan menggunakan metode analisis klaster. Selain itu juga dilakukan analisis komponen utama untuk mengetahui karakter yang berperan dalam pengelompokan kultivar. Hasil penelitian menunjukkan adanya 29 karakter morfologis yang dapat digunakan untuk analisis hubungan kekerabatan. Karakter yang paling berpengaruh dalam pengelompokan kultivar dan hubungan kekerabatan adalah warna ujung gabah, warna kepala putik, dan bentuk akhir keluarnya malai. Hasil analisis klaster menunjukkan terdapat dua klaster atau kelompok utama. Klaster A terdiri atas Emposuk, Singanan, Sibau, Putih, Raja, Meranou, dan Klaster B terdiri atas Lembang, Baroek, Cerendah, dan Celima. Berdasarkan hasil pembentukan klaster, diketahui bahwa sepuluh kultivar padi tersebut memiliki kekerabatan yang cukup jauh. Hasil pengamatan karakter anatomis menunjukkan hasil yang bervariasi.
The aims of this study were to examine the morphological and anatomical characters of ten rice cultivars from Kapuas Hulu and the relationship among them based on morphological characters. Morphological and anatomical characterization was done on rice planted in greenhouse at the same condition. The plant organs observed for morphological characterization were stem, leaf, flower, and fruit. Anatomical characterization was observed based on stomatal density of leaf. Morphological characters were analyzed descriptively and quantitatively to determine the phenetic relationship using cluster analysis. Principle component analysis was carried out to examine the role of each character in cultivar grouping. Results showed that there were 29 morphological characters used for analysis. The order of characters showing significant role in cultivar grouping and relationship were color of hull tip, color of pistillum head, and the appear of malai. Cluster analysis resulted in two cluster. The first clusters, Cluster A, consisted of Emposuk, Singanan, Sibau, Puith, Raja, and Meranou. The second one, Cluster B, consisted of Lembang, Baroek, Cerendah, and Celima. From cluster grouping, ten rice cultivars showed a relative distant relationship among them. Anatomical character showed a variation.
Kata Kunci : Rice, Kapuas Hulu, morphology, anatomy, relationship