Laporkan Masalah

PERBANDINGAN IMPLEMENTASI: Studi Kasus Perbandingan Kegagalan dan Keberhasilan Implementasi Posdaya Di Dusun Serut dan Dusun Peni Palbapang Bantul

YULIANA PUSPITASARI, Dr. rer. pol Mada Sukmajati, S.IP, MPP

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Sebuah kebijakan belum dapat diimplementasikan jika belum diturunkan menjadi program-program untuk sampai kepada kelompok sasaran. Kesuksesan sebuah kebijakan dimulai dari suksesnya menerjemahkan kebijakan ke dalam program-program. Karenamasyarakat cenderung tidak peduli dengan proses agenda setting, formulasi, pengambilan keputusan dimana derajat partisipasi masyarakat dalam proses ini rendah. Sedangkan derajat partisipasi dalam proses implementasi cenderung lebih besar dimana masyarakat menginginkan keuntungan dari sebuah program. Sehingga, ketika masyarakat tidak mendapat keuntungan dari kebijakan tersebut, atau bahkan dirugikan, maka masyarakat akan langsung mengambil keputusan kebijakan tersebut gagal meskipun dalam proses sebelumnya telah menjalani prosedur yang baik. Tulisan ini selanjutnya akan membahas proses implementasi posdaya (pos pemberdayaan keluarga) di Dusun Serut dan Dusun Peni Palbapang Bantul. Posdaya merupakan turunan dari Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Bantul. Posdaya disusun untuk menghidupkan kembali nilai social masyarakat yang partisipastif, mandiri serta solid. Secara substansial, Posdaya diimplementasikan sesuai kondisi kultur dan potensi dusun setempat. Sehingga dalam implementasinya, kegiatan posdaya berbeda-beda sesuai potensi masing-masing namun tetap sama dalam hal tujuan. Kemudian yang menjadi permasalahan adalah mengapa dapat terjadi perbedaan derajat keberhasilan posdaya dilihat dari ada tidaknya dampak pada masyarakat dan penerimaan masyarakat terhadap posdaya. Oleh karena itu penelitian ini mengambil unit penelitian di Posdaya Edelwys dan Posdaya Menur. Keduanya memiliki derajat keberhasilan yang berbeda. Menggunakan teori Grindle tentang konten dan konteks, penulis menjelaskan alasan perbedaan derajat keberhasilan tersebut. Dalam penelitian ditemukan bahwa faktor konten dan konteks saling mempengaruhi dalam implementasi posdaya. Utamanya yang paling berpengaruh adalah faktor strategi kepala dusun selaku ujung tombak pelaksanaan posdaya di tingkat dusun. Strategi kepala dusun akan mempengaruhi kegiatan posdaya yang akan dilaksanakan dan bagaimana partisipasi masyarakat terhadap program. Karena sejatinya masyarakat selalu menginginkan manfaat dari program. Jika program tidak dapat memberikan manfaat yang faktual kepada masyarakat maka mereka akan cenderung apatis. Sedangkan jika manfaat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daya tanggapnya tinggi dan cenderung partisipatif dalam implementasinya.

A policy can not be implemented if it has not lowered into programs to get to the target group. The success of a policy starts from the success of translating policies into programs. Because people tend to not care about the process of agenda setting, formulation, decision-making in which the degree of public participation in this process is low. While the degree of participation in the implementation process tends to be greater where people want the benefits of a program. Thus, when people do not feel the benefits of the policy, or even harmed, then the public will immediately take the policy decision failed even though the process has previously undergone the procedure well. This article will further discuss the implementation process Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) in Dusun Serut and Dusun Peni Palbapang Bantul . Posdaya is a derivative of the Poverty Alleviation Policy in Bantul. Posdaya prepared to revive the social value of community participatory, self-contained and solid. Substantially, Posdaya implemented appropriate culture conditions and the potential of the local village. So that in its implementation, Posdaya activities vary according to their individual potential, but remained the same in terms of goals. Then the problem is why it can occur for different degrees of successful Posdaya seen whether there is an impact on society and public acceptance of Posdaya . Therefore, this study takes the research unit in Posdaya Edelwys and Posdaya Menur. Both have different degrees of success. Using Grindle theories about content and context, the authors explain the reason for the differing degrees of success. In the study it was found that the content and context factors affect each other in the implementation of Posdaya. Primarily the most influential factor is the village chief strategy as the spearhead implementation Posdaya in local levels. Village chief strategy will affect Posdaya activities to be carried out and how the public participation in the program. Because actually people always want the benefits of the program. If the program can not provide factual benefits to society then they will tend to be apathetic. Whereas if the benefits can be felt directly by the public response of high power and tend to be participatory in its implementation.

Kata Kunci : Implementasi, Konten, Konteks, Posdaya

  1. S1-2015-267557-abstract.pdf  
  2. S1-2015-267557-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-267557-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-267557-title.pdf