Kondisi Paradox of Plenty dan Kemunculan Kelompok Movement for the Emancipation of Niger Delta (MEND) di Delta Niger
ADINDA KOESUMO WARDHANY, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, MA (IR)
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPaper ini meringkas dan menjabarkan penelitian sebelumnya yang telah menunjukan bukti dari kondisi paradoks yang banyak terjadi di negara-negara yang kaya akan sumber daya alam, yang memiliki kecenderungan pertumbuhan negara yang lebih lambat dibandingkan dengan negara yang tidak memiliki banyak sumber daya alam. Kondisi paradox of plenty ini juga mempengaruhi Delta Niger, wilayah yang kaya akan minyak bumi di Nigeria. Penulis mendemonstrasikan terdapatnya bukti langsung bahwa kondisi paradoks tersebut tidak hanya menyebabkan kegagalan ekonomi di Delta Niger, namun juga merusak ekosistem dan memicu terjadinya konflik dan kriminalitas di wilayah tersebut. Hal ini memberi jalan bagi munculnya kelompok Movement for the Emancipation of Niger Delta (MEND), diantara banyaknya kelompok bersenjata lain yang bereaksi terhadap kondisi paradoks yang ada.
This paper summarizes and extends previous research that has shown evidence of a paradox condition in which countries with great natural resource wealth tend to grow slower than resource-poor countries. This paradox of plenty is also affecting Delta Niger, the oil-abundant region in Nigeria. The writer demonstrates that there is direct evidence that the paradox is not only responsible for economic downfall in Delta Niger, but also hurts the ecosystem and triggers conflicts and crime in the region. This paved the way for the emergence of, among others, the Movement for the Emancipation of Niger Delta (MEND), one of the armed groups responding to the paradox.
Kata Kunci : paradox of plenty, minyak bumi, MEND, kekerasan.