PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI DAERAH KARST GUNUNGKIDUL
ESTINA HENIWATI, Dr. Djaka Marwasta, M.Si.
2015 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPermukiman yang berkembang di desa umumnya berbeda dengan permukiman yang berkembang di kota. Daerah karst di Gunungkidul merupakan daerah kering dan tandus yang berada pada ancaman bencana kesulitan air bersih. Air menjadi faktor penentu kehidupan masyarakat. Sanitasi air menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas lingkungan permukiman. Persepsi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman di daerah karst akan berbeda menurut jarak terhadap sumber air. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas lingkungan permukiman di daerah karst Gunungkidul berdasarkan jarak terhadap sumber air, (2) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas lingkungan permukiman di daerah karst Gunungkidul berdasarkan jarak sumber air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik wawancara. Populasi dalam penelitian ini seluruh kepala keluarga pada daerah karst Gunungkidul sebanyak 67.500 KK. Pengambilan sampel sebanyak 90 responden dilakukan dengan menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan jarak terhadap sumber air. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan crosstabs (tabel silang) dan contingency coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat persamaan hasil kualitas lingkungan permukiman berdasarkan jarak terhadap sumber air. Permukiman yang berada pada daerah karst Gunungkidul rata-rata di dominasi oleh kualitas lingkungan permukiman dengan kelas sedang. (2) Adanya perbedaan hasil persepsi masyarakat berdasarkan jarak terhadap sumber air. Persepsi masyarakat pada zona dekat dan zona agak jauh lebih di dominasi oleh persepsi positif, sedangkan persepsi masyarakat pada zona jauh terhadap sumber air terdapat kecenderungan persepsi negatif.
Settlements in the village are generally different from settlements that flourished in the city. Karst area in Gunungkidul is dry and arid region with water shortages problem. Water become the determining factor of people’s lives. Water sanitation is one factor that influences to the quality of settlement environment. Public perception of the settlement environmental quality in karst areas will be different according to distance of water sources. The goals of this research are: (1) to know settlement environmental quality in karst area of Gunungkidul based on the distance of water source, (2) to know the public perception of the settlement environmental quality in karst area of Gunungkidul based on the distance of water source. The method used is a survey method with interview technique. The population are the head of family in karst area of Gunungkidul as many as 67.500 households. The 90 responder was surveyed by using stratified random sampling based on the distance of water source. The technique of analysis used in this research is a quantitative analysis using crosstabs and contingency coefficient. The results of the research show that (1) there is equal quality of settlement environment in karst area of Gunungkidul based on the distance of water source. Settlements in karst area dominated by settlement enviromental quality with medium grades (2) There is difference of public perception based on the distance of water source. Public perception of the settlement environmental quality in karst area of Gunungkidul located in the near zone and rather far zone of the water sources are dominated by positive perception, whereas in far zone of water sources have tendency negative perception.
Kata Kunci : kualitas lingkungan permukiman, persepsi masyarakat, daerah karst, sumber air