ANALISIS DAMPAK KOMUNIKASI FEDERAL OPEN MARKET COMMITTEE TERHADAP RETURN DAN VOLATILITAS RETURN INDEKS HARGA SAHAM: STUDI KASUS DI ENAM NEGARA PERIODE 2008-2014
RENO BAGASKARA, Denni Puspa Purbasari, M.Sc., Ph.D.
2015 | Skripsi | ILMU EKONOMIKrisis tahun 2008 memaksa bank sentral di negara-negara maju untuk mengeluarkan kebijakan inkonvensional. Ketika suku bunga tidak bisa lagi digunakan sebagai instrumen kebijakan, komunikasi yang dilakukan oleh bank sentral menjadi sangat penting, karena pelaku pasar tidak lagi melihat suku bunga per se, tetapi juga melihat substansi dari pengumuman yang dilakukan oleh bank sentral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak komunikasi yang dilakukan oleh Federal Open Market Committee (FOMC) terhadap return dan volatilitas return indeks harga saham di enam negara: Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Tiongkok, Singapura, dan Indonesia pada periode 1 Januari 2008-31 Desember 2014. Dengan menggunakan metode GARCH (1,1), ditemukan bukti bahwa pengaruh komunikasi yang dilakukan oleh FOMC terhadap return dan volatilitas return indeks harga saham di enam negara sampel berbeda-beda, tergantung pada substansi dari pengumuman FOMC itu sendiri.
Financial crisis in 2008 forced central banks in developed country to use unconventional policy. When interest rates can no longer be used as a policy instrument, communications made by the central banks become very important, because market players are no longer observe interest rates per se, but also give attention at the substance of the announcement made by the central banks. Purpose of this research is to inspect the impact of communications made by Federal Open Market Committee (FOMC) on return and return volatility of stock market index in six countries: United States, Mexico, Japan, China, Singapore, and Indonesia. By using GARCH (1,1), the study finds that the impacts of communications made by FOMC on return and return volatility are different in six countries, depends on the substance of communications itself.
Kata Kunci : Volatilitas, FOMC, Indeks harga saham, Volatility, FOMC, Stock market index