Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI REGIONAL MARKETING DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2000-2014

RIDLO GILANG W, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Memasarkan daerah merupakan salah satu cara untuk memajukan daerah yang membutuhkan konsistensi dan kerja keras kolektif antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Memajukan daerah tidak hanya mengandalkan APBD tetapi diperlukan upaya-upaya yang kreatif dan inovatif. Memasarkan wilayah adalah salah satu langkah solutif yang dapat diambil dan diaplikasikan daerah untuk mendorong kegiatan perekonomian wilayah. Setiap kebijakan yang dibuat akan menimbulkan pertanyaan berkaitan dengan hasil implementasinya di lapangan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Purbalingga karena label yang dimiliki wilayah yakni Kabupaten Ramah Investasi, sehingga menarik untuk di teliti sampai sejauh mana keramahan itu terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi persepsi pengusaha terkait pemasaran wilayah (regional marketing), (2) mengidentifikasi pandangan serta langkah yang diambil pemerintah kabupaten terkait pemasaran wilayah (regional marketing), dan (3) mengidentifikasi secara riil implementasi pemasaran wilayah (regional marketing) di Kabupaten Purbalingga tahun 2000-2014. Secara umum bertujuan untuk menilai proses dan hasil proses dari implementasi pemasaran wilayah (regional marketing). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap pengusaha, pemerintah kabupaten, dan penggunaan pairwise comparasion dalam analisis data. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa pelayanan paling dirasakan berupa sistem perizinan yang memudahkan bagi pengusaha. Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten. Kekurangan pelayanan berupa ketersediaan infrastruktur mikro dan infrastruktur pendukung. Kondisi tersebut terjadi karena status wilayah Purbalingga masih berupa Peruntukan Kawasan Industri, sehingga belum ada pencapaian maksimal mengenai ketersediaan infrastruktur. Selain itu, hasil yang didapatkan dari pelabelan Kabupaten Ramah Investasi yaitu perkembangan investasi kearah properti, terserapnya tenaga kerja lokal, meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD), dan meningkatnya jumlah investor yang masuk ke Purbalingga tiap tahunnya

Regional marketing is one way to develop region that requires consistency and collective effort between local government and the society. To develop a region, it can’t only depend on Regional Government Budget (APBD) but creative and innovative action is needed as well. Regional marketing can be a solution that can be applied to support regional economic activities. Each policy that has been made arises question about the real implementation. This research was done in Purbalingga Regency which is well-kwown as Invesment-Friendly Regency that makes it interesting to be observed; how friendly the regency is toward investment. This research aims to (1) Identify the entrepreneurs perception, (2) Identify government vision and action toward regional marketing, and (3) Identify the implementation or regional marketing in Purbalingga Regency during the year 2000-2014. Specifically, the research aims to evaluate the process and the result of regional marketing implementation. The method used in this research is descriptive qualitative. The data is collected from interview with entrepreneur and government. Pairwise comparasion is used to analyze the data. The research result shows that the most significant service is the permission system that makes it easier for enterpreneurs. It is in accordance with what has been started by the regional government. While the lack of micro and supporting infrastructure becomes the service infirmity. This happens because the status of Purbalingga region is Allocation of Industrial Area so there hasn’t been maximum accomplishment for infrastructure availability. Furthermore, the impacts of being labeled as Investment-Friendly Regency are development of investment in properties, absorbed local manpower, increasing the own-source revenue and increasing the number of investors each year.

Kata Kunci : implementasi, regional marketing, ramah investasi/ implementation, regional marketing, investment friendly


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.