Regenerasi Kawasan Perniagaan Kota Tua Ampenan, Mataram, NTB
DANI MAULIYANTI, Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKawasan perniagaan Kota tua Ampenan menururt RTRW Kota Mataram merupakan kawasan Cagar budaya dan strategis berdasarkan kondisi sosial dan budaya. Namun, kondisi saat ini menunjukan bahwa terdapat banyak bangunan tua yang berada dalam kondisi rusak, tidak terawat dan tidak berpenghuni padahal bangunan tua tersebut merupakan bangunan cagar budaya dengan gaya arsitektural khas Belanda. Selain itu, kawasan perniagaan dihuni oleh etnis Cina dan sebagian etnis Arab, namun saat ini keberagaman etnis tersebut mulai memudar. Analisis dilakukan dengan metode deduktif-kualitatif yang diawali dengan penyelesaian permasalahan di kawasan perniagaan menggunakan teori culture led regeneration, community design, kriteria kawasan perdagangan dan teori visual. Teori-teori tersebut disintesis ke dalam konsep desain fisik elemen pembentuk kawasan dan menghasilkan indikator perencanaan yang digunakan sebagai dasar dalam analisis dan perencanaan. Metode yang digunakan dalam perencanaan adalah synoptic method yaitu sebuah metode yang secara konsisten membandingkan antar alternatif rencana. Visi perencanaan kawasan perniagaan adalah untuk menjadi pusat kegiatan festival komersil berbasis budaya pada tahun 2035. Dalam kawasan perniagaan nantinya akan terdapat gedung pertunjukan, panggung pertunjukan dan plaza festival yang berfugsi sebagai tempat kegiatan festival. Selain itu akan terdapat pula pasar seni indoor dan outdoor sebagai pusat kegiatan komersil yang menjual barang kerajinan dan seni khas NTB. Dalam meningkatkan identitas kawasan perniagaan yang dihuni oleh etnis Cina dan Arab, maka nantinya pada koridor jalan Niaga II akan dijadikan kawasan pecinan yang dihuni oleh etnis Cina dan pada jalan yos sudarso sebagai kawasan perdagangan yang dihuni oleh etnis Arab dan Cina dengan penambahan ornamen dan penanda yang memperkuat karakter kawasan
Commercial regions of the old town Ampenan according to RTRW Mataram city are regional cultural heritage and strategic based on social cultural condition. The condition today shows that there are a lot of old buildings in a damage condition, not maintained and uninhabited even though the old building is a cultural heritage building with distinctive Dutch architectural style. In addition, this commercial zone inhabited by Chinese and Arab partially, but now the ethnic diversity currently starting to fade. Analysis is done by deductive-qualitative methods with begin by solution for the problems in the area of commerce using culture-led regeneration theory, the community design, trade zone criteria and visual theory. Theories mentioned above synthesized in the concept design elements to form a region and produces planning indicators which use as the fundamental basis of the analysis and planning. Method uses for planning is synoptic method, which is a method that consistently comparing the alternative plans. Vision of the commercial area planning is to become a center of commercial activity based on cultural festival on 2035. Later on, the commercial area will consists of building performances (theatres), stage performances and festival plaza that serves as the festival activities. In addition, there is also indoor and outdoor Art Market as a commercial activity center for crafts and art typical goods from NTB. To improve the identity of the commercial area which inhabited by Chinese and Arabic, the corridor of Niaga II street will be the Chinatown area inhabited by Chinese and at the Yos Sudarso street will be trade area inhabited by Arabic and Chinese with the addition of ornaments and signage strengthen the character of the area .
Kata Kunci : Kota tua, kawasan perniagaan, community design, Culture led regeneration