EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PERKEBUNAN SEBAGAI FAKTOR PENGURANG DAMPAK EROSI DI DAS BENDO, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
ARKHA DHEMAS GUNANDA, Dr. Djati Mardiatno, M.Si
2015 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah Aliran Sungai (DAS) Bendo merupakan kawasan yang terletak di lereng kompleks Gunungapi Ijen. Dominasi material vulkanik yang terdapat di DAS Bendo menyebabkan banyaknya terdapat jenis penggunaan lahan berupa perkebunan produktif, permukiman, dan kebun campuran. Penggunaan lahan yang tergolong variatif yang terdapat di DAS Bendo ini mampu menyebabkan terjadinya gangguan terhadap lahan. Gangguan ini dapat berupa erosi dan ketimpangan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi kesesuaian lahan secara aktual dan potensial di setiap penggunaan lahan. Berdasarkan kondisi lahan yang telah diteliti kemudian dapat diketahui jenis tanaman perkebunan yang tepat untuk mengurangi dampak erosi yang terjadi di daerah penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penggunaan lahan sebagai unit analisis. Variasi penggunaan lahan yang terdapat di DAS Bendo dianggap telah mampu untuk mewakili karakteristik lahan di tiap penggunaan lahan. Terdapat 25 titik sampel yang mewakili tiap penggunaan lahan.Satu jenis penggunaan lahan dapat diwakili dari satu atau lebih titik sampel yang ada. Pemilihan lokasi sampel juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bentuklahan yang terdapat di tiap penggunaan lahan untuk mewakili banyaknya sampel yang akan diambil. Karakteristik bentuklahan dan penggunaan lahan yang berbeda dianggap mampu untuk mewakili karakteristik lahan daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkebunan karet merupakan jenis penggunaan lahan yang sesuai antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman yang dibutuhkan. Berbeda dengan perkebunan kopi robusta dan cengkeh yang tidak sesuai dan menyebabkan terjadinya ketimpangan lahan. Tanaman karet sekaligus menjadi tanaman yang sesuai untuk mengurangi dampak erosi yang terjadi.Hal ini ditinjau dari fisiologis tanaman karet yang dianggap mampu mengurangi dampak erosi ditinjau dari tajuk tanaman dan Land Cover Crop (LCC) tanaman.
Bendo watershed is an area located on the slopes of Ijen volcano complex. The dominance of volcanic material contained in Bendo watershed cause there are many types of land use in the form of productive plantations, settlements, and mixed farms. Varied land use contained in Bendo watershed is capable of causing interference to land. These disorders may include erosion and land inequality. This study aims to determine the condition of the actual and potential land in each land use. Under the conditions studied were speculative land can then be known plantation species appropriate to reduce the impact of erosion in the study area. Research carried out by using land use as a sample. Variation of land use in the watershed are considered Bendo have been able to represent the characteristics of the land in each land use. There are 25 sample points representing each land use. One type of land use can be represented on one or more of the existing sample points. Sample locations is also done by considering the condition of landforms contained in each land use to represent the number of samples to be taken. Landform characteristics and different land uses are considered able to represent the characteristics of the land area of research. The results showed that rubber plantations is the type of land use between the characteristics of the land in accordance with the requirements needed to grow crops. Unlike the robusta coffee and clove plantations are not appropriate and cause inequality of land. Rubber plant as well as a suitable plant to reduce the impact of erosion. It is in terms of physiological rubber plants that are considered to reduce the impact of erosion in terms of the plant canopy and Land Cover Crop (LCC) plants.
Kata Kunci : Kesesuaian lahan, erosi, DAS Bendo, Penggunaan Lahan, Tanaman Perkebunan