Studi Kasus Strategi Komunikasi Festival Kesenian Yogyakarta Dalam Mengembangkan Industri Kreatif Di Yogyakarta
BIANDA NUR DEVINA, Dian Arymami, SIP, M.Hum.
2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIIndustri kreatif saat ini tengah berkembang dalam skala global. Adanya potensi sebagai alternatif dari sumber baru perekonomian negara, menciptakan keinginan untuk terus memompa eksistensi industri kreatif semakin luas. Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang tidak lekang oleh waktu, dan ditambah dengan sumber daya manusia yang berlimpah. Festival Kesenian Yogyakarta 25 menjadi wujud dari budaya yang diolah dengan sentuhan kreativitas, mengandung unsur tradisional dan sekaligus modern. Melihat fenomena ini, Festival Kesenian Yogyakarta 25 ingin lebih memantapkan posisinya sebagai event berbasis budaya dalam mengembangkan industri kreatif di Yogyakarta. Sebagai proses mewujudkan tujuan tersebut, Festival Kesenian Yogyakarta perlu memiliki strategi komunikasi yang tepat agar makna pesan dari tujuan mereka dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memaparkan tahap-tahap perencanaan yang dilakukan Festival Kesenian Yogyakarta 25 dalam mewujudkan tujuan mereka mengembangkan industri kreatif di Yogyakarta, serta untuk mengetahui kecocokan pola strategi komunikasi Festival Kesenian Yogyakarta 25 dengan pola strategi komunikasi yang telah ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan teknik analisis pattern matching atau pencocokan pola temuan dengan pola dari teori yang telah ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dijalankan oleh Festival Kesenian Yogyakarta tidak selaras dengan tahapan strategi komunikasi milik Anwar Arifin. Adanya peluang terhambatnya penyampaian pesan dikarenakan penentuan khalayak dari Festival Kesenian Yogyakarta 25 tidak fokus dan terlalu luas, sehingga dapat mengurangi kesempatan penyampaian pesan terhadap khalayak. Perlu adanya pembenahan dalam lebih mengenal khalayak yang disasar untuk Festival Kesenian Yogyakarta berikutnya. Kata kunci: industri kreatif, Festival Kesenian Yogyakarta, dan strategi komunikasi
The creative industry is currently developing on a global scale. Potential as an alternative source of the new economy of the country, creating a desire to keep pumping the existence of the wider creative industries. Yogyakarta become one of the cities in Indonesia which has a rich culture that is not timeless, and coupled with abundant human resources. Festival Kesenian Yogyakarta 25 becomes a form of culture mixed with a touch of creativity, contains elements of traditional and modern at the same time. Seeing this phenomenon, the Festival Kesenian Yogyakarta 25 wanted to further solidify its position as an event-based culture in the development of creative industries in Yogyakarta. As the process of realizing these objectives, the Festival Kesenian Yogyakarta needs to have the right communication strategy so that the meaning of a message of their goals can be achieved. The aim of this study was to determine and describe the stages of Festival Kesenian Yogyakarta 25 planning in realizing their goal to develop creative industries in Yogyakarta, as well as to determine the suitability of the communication strategy pattern Festival Kesenian Yogyakarta 25, with the pattern of existing communications strategy. This study used a qualitative approach with case study method, and a pattern matching analysis techniques or finding a pattern matching with the pattern of the existing theories. Results from this study indicate that the communication strategy which is run by the Festival Kesenian Yogyakarta 25 is not aligned with the stage belonged to Anwar Arifin communication strategy. Of the possibility of delays in the delivery of messages due to the determination of the audience of the Festival Kesenian Yogyakarta 25 unfocused and too broad, so as to reduce the chance of delivering a message to the audience. Need for improvement in the more familiar audiences targeted for the next Yogyakarta Arts Festival.
Kata Kunci : Industri kreatif, Festival Kesenian Yogyakarta, dan Strategi Komunikasi