Laporkan Masalah

Penilaian Tingkat Keselarasan Antara Rerangka Integrated Reporting <IR> dan Laporan Tahunan Perusahaan di Indonesia (Studi Kualitatif pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014)

NABEELA FANNY ADITYA, Sony Warsono, Dr., MAFIS., Ak., CA.

2015 | Skripsi | AKUNTANSI

Pelaporan entitas mengarah pada kebutuhan akan standar komprehensif dan berterima global; memuat konteks environmental, social, governance (ESG); mengkomunikasikan kemampuan perusahaan dalam penciptaan nilai jangka pendek, menengah dan panjang; serta mendukung upaya pembangunan berkelanjutan; namun ringkas dan terintegrasi dengan pelaporan keuangan. International Integrated Reporting Council (IIRC) dibentuk untuk mewadahi regulasi pelaporan terintegrasi. Rerangka yang telah dirilis yaitu International Framework Integrated Reporting <IR>. <IR> merumuskan Guiding Principles yang meliputi fokus strategis dan orientasi masa depan, konektivitas informasi, hubungan pemangku kepentingan, materialitas, keringkasan, kehandalan dan kelengkapan, serta konsistensi dan keterbandingan. Selain itu, <IR> juga merumuskan Content Elements yang meliputi tinjauan umum organisasi dan lingkungan eksternal, tata kelola, model bisnis, risiko dan peluang, strategi dan alokasi sumber daya, kinerja, prospek, serta dasar penyiapan dan penyajian. Saat ini, Indonesia belum mewajibkan implementasi <IR>. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana tingkat keselarasan antara <IR> dan pelaporan entitas di Indonesia. Penelitian ini memiliki desain penelitian kualitatif metoda statistik deskriptif, dengan observasi arsip dan analisis konten. Laporan tahunan sampel dibaca secara mendalam sebelum membuat judgement untuk menjawab checklist yang dikembangkan dengan prinsip kehati-hatian dari Guiding Principles dan Content Elements <IR>. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014. Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan representatif yaitu Adaro Energy, Astra International dan Telekomunikasi Indonesia yang masing-masing mewakili konteks lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG). Diperoleh kesimpulan bahwa dalam pelaporan di Indonesia, perusahaan memberikan perhatian yang relatif besar terhadap prinsip strategis dan orientasi masa depan, serta memiliki fokus memelihara hubungan baik dengan pemangku kepentingan terutama investor. Namun, perusahaan tidak begitu mengindahkan prinsip konsistensi dan keterbandingan, serta materialitas. Konten dengan tingkat pengungkapan yang relatif tinggi tingkat keselarasannya dengan <IR> adalah mengenai tinjauan umum organisasi dan lingkungan eksternal perusahaan. Pengungkapan mengenai prospek masa depan juga telah dilakukan dengan baik oleh perusahaan. Namun sejauh ini, laporan tahunan memberikan pengungkapan yang terbatas untuk dasar penyiapan dan penyajian informasi yang akan dimasukkan dalam laporan terintegrasi. Dengan mengadopsi <IR>, kualitas informasi yang disajikan menjadi lebih baik, sehingga kepercayaan publik dan reputasi perusahaan berpotensi meningkat. Keyakinan investor juga berpotensi meningkat, karena dapat memastikan alokasi modal secara efisien dan produktif. Oleh sebab itu, sebaiknya perusahaan melakukan pelaporan mengacu pada <IR> meskipun belum menjadi suatu kewajiban dalam pelaporan perusahaan publik di Indonesia. Hal ini direkomendasikan terutama apabila perusahaan memiliki target untuk mengelola hubungan yang baik dengan investor global.

Reporting entities lead to the need for a comprehensive and globally acceptable standards; contain the context of environmental, social, governance (ESG); communicate the company's ability of value creation in the short, medium and long term; as well as support sustainable development efforts; nevertheless concise and integrated with financial reporting. International Integrated Reporting Council (IIRC) was formed to facilitate integrated reporting regulations. Framework which has been released, the International Integrated Reporting Framework <IR>. <IR> formulate the Guiding Principles which include strategic focus and future orientation, connectivity of information, stakeholder relationships, materiality, conciseness, reliability and completeness, also consistency and comparability. In addition, <IR> also formulate Content Elements which include organizational overview and external environment, governance, business model, risks and opportunities, strategy and resource allocation, performance, outlook, also basis of preparation and presentation. Currently, Indonesia does not require the implementation of <IR>. This study aims to assess the extent of alignment between the <IR> and the reporting entity in Indonesia. This research has a qualitative research design methods of descriptive statistics, with archival observation and content analysis. The annual report of samples read in depth before making a judgement to answer the checklist which developed based on prudential manners of the Guiding Principles and Content Elements <IR>. The population in this research are the companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014. Samples selected based on the representatives consideration were Adaro Energy, Astra International and Telekomunikasi Indonesia, each representing the context of environmental, social and governance (ESG) respectively. This research concluded that in the reporting in Indonesia, the company provides great attention to the principle of strategic focus and future orientation, as well as having focus to maintain good stakeholder relationships, particularly investors. However, the company is heedless to the principles of consistency and comparability, and materiality. Content with a relatively high degree of disclosure of the level of alignment with <IR> is the organizational overview and external environment. Disclosures regarding future outlook have also been done by the company. But so far, the annual report provides a limited disclosure to the basis of preparation and presentation of the information to be included in the integrated report. By adopting <IR>, the quality of information presented is going better, then public trust and entity reputation potentially increase. Investor's trust is also potentially enhance, because they can ensure capital allocation efficiently and productively. Therefore, the company should do the reporting refers to the <IR> though it not yet a mandatory in the reporting of public companies in Indonesia. It is recommended particularly if the company has a target to maintain good relationships with global investor.

Kata Kunci : Laporan terintegrasi, penciptaan nilai, <IR>, ESG, IIRC, Guiding Principles, Content Elements, pengungkapan, Indonesia, global, reputasi perusahaan, kepercayaan publik, penelitian kualitatif, analisis konten, checklist

  1. S1-2015-315651-abstract.pdf  
  2. S1-2015-315651-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-315651-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-315651-title.pdf