Laporkan Masalah

KERAGAAN EMPAT KULTIVAR WIJEN (Sesamum indicum Linn.) DI TANAH PASIR PANTAI YANG DIPERKAYA DENGAN DOLOMIT DAN AMMONIUM SULFAT

ALFI MARIFAH, Dr.Ir. Taryono, M.Sc.; Nasih Widya Yowono,S.P.,M.P.

2015 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMAN

Luas area pertanaman wijen di Indonesia setiap tahun mengalami penurunan yang disebabkan pengalihan fungsi lahan untuk budidaya tanaman pangan. Keberadaan lahan marginal yang luas namun belum termanfaatkan untuk area pertanaman dapat menjadi alternatif budidaya wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan dolomit dan ammonium sulfat terhadap hasil serta kualitas benih wijen yang dibudidayakan menggunakan pasir pantai Samas, Bantul, Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 3 blok sebagai ulangan. Perlakuan faktor pertama varietas wijen sebanyak 4 varietas, faktor kedua dosis pupuk kombinasi pupuk unsur Mg (dolomit) dan unsur S (ZA). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh dolomit dan ZA berbeda-beda antar varietas wijen. Pada varietas SBR 1 pengaruh penambahan dolomit dan ZA secara nyata dengan penambahan 36,92 kg/ha dolomit + 41,67 kg/ha ZA mampu menghasilkan volume akar dan berat basah brangkasan yang maksimal. Selain itu pada SBR 3 penambahan 36,92kg/ha dolomit + 41,67 kg/ha ZA juga mampu menghasilkan berat biji pertanaman yang maksimal.

The area of sesame cultivation in Indonesia has descent because is change to food crop cultivation. The coastal area is not optimal useful yet, so the area can be used as alternative solution to sesame cultivation area. This study aims to determine the effect of magnesium and ammonium sulphate increasing as fertilizer on the yield performance and seed quality which cultivation on coastal area. This research was done in coastal area of Samas, Bantul, Yogyakarta, and was arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 blocks as replications. The treatment of this research consist of two factors, that is variety and combination of magnesium (dolomite) and sulphur (ammonium sulphate). The result showed that dolomit and ammonium sulphate give the different result among four sesame varieties. In SBR 1, adding of 36,92 kg/ha dolomite + 41,67 kg/ha ammonium sulphate give significantly different in root volumes and fresh weight of the stover. Beside that, in SBR 3, adding of 36,92kg/ha dolomite + 41,67 kg/ha ammonium sulphate give the maximum weight of seed per plant.

Kata Kunci : wijen, dolomit, amonium sulfat, benih

  1. S1-2015-272619-abstract.pdf  
  2. S1-2015-272619-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-272619-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-272619-title.pdf