Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK KANDANG PADA MEDIA MOSS DAN PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN CANGKOK TANAMAN SAWO (Manilkara zapota (L.) van Royen) DI MUSIM KEMARAU

RESTIYANA VITA WIDHIYANTI, Dr. Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc.; Ir. Sri Trisnowati, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Penelitian yang berjudul Pengaruh Penambahan Pupuk Kandang Pada Media Moss dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap Keberhasilan Cangkok Tanaman Sawo (Manilkara zapota (L.) Van Royen) di Musim Kemarau bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk kandang pada media moss dan pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap keberhasilan cangkok tanaman sawo (Manilkara zapota (L.) Van Royen) di musim kemarau dan mendapatkan metode pencangkokan yang dapat menghasilkan bibit sawo dengan perakaran yang banyak dalam waktu relatif singkat. Penelitian dilaksanakan di dusun Pasutan, Pepe, dan Bogoran, kelurahan Trirenggo, Kabupaten Bantul dari bulan Juni 2014 sampai bulan Januari 2015. Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua factor. Faktor pertama adalahmacammedia cangkok: moss dan campuran moss + pupuk kandang. Faktor kedua adalah pemberian ZPT: tanpa dan pemberian ZPT. Perlakuan yang diterapkan yaitu media cangkok moss, moss + ZPT, moss + pupuk kandang (2:1), dan moss + pupuk kandang (2:1) + ZPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang pada media moss menghasilkan perakaran cangkok sawo yang tidak berbeda nyata dengan media moss selama musim kemarau, pemberian ZPT tidak meningkatkan perakaran cangkok di musim kemarau,juga penambahan pupuk kandang pada moss dan pemberian ZPT memberi keberhasilan cangkok yang sama baiknya di musim kemarau.

This research was aimed to study the effect of manure in combination with moss media on rooting of sapodilla (Manilkara zapota (L.) van Royen) layering and to obtain the best method for producing sapodilla plant having dense roots in a relatively short time. The experiment was conducted in Pasutan, Pepe, and Bogoran village, Trirenggo subdistrict, Bantul regency from June 2014 to January 2015. The experiment used a completely randomized block design (CRBD) with two factors. The first factor was the type of layering media namely moss and moss in combination with manure (2 : 1). The second factor was the PGR application: with and without PGR. The results showed that root produced in moss + manure media either with or without PGR were not significantly different from those in moss during dry season.

Kata Kunci : Sawo, pencangkokan sawo, moss, pupuk kandang, zat perangsang tumbuh

  1. S1-2015-300647-abstract.pdf  
  2. S1-2015-300647-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-300647-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-300647-title.pdf