Laporkan Masalah

PERANCANGAN KONSTRUKSI PENGAMAN LONGSOR DENGAN METODE KONTROL DAN PERKUATAN : Studi kasus longsoran di jalan Sektor 9 STA 0+900, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan

ACHMAD KUNARYO WIBOW, Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Pada tahun 2005-2014 terjadi kenaikan jumlah bencana longsor di Indonesia. Salah satunya adalah di Jalan Sektor 9 STA 0+900, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Longsoran mengakibatkan terganggunya aktifitas perekonomian di kawasan tersebut. Selain itu lereng yang telah mengalami longsor berpotensi terjadi longsoran susulan, sehingga perlu dilakukan perancangan penanganan longsor. Penelitian dimulai dengan survei investigasi lapangan, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium dan penentuan jenis perancangan pengaman konsruksi lereng. Terdapat 3 jenis perancangan yang digunakan: (1) penataan geometri lereng, (2) penggunaan dinding penahan tanah jenis cantilever wall, (3) penataan geometri lereng dikombinasikan dengan drainase horizontal. Hasil perancangan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan software Plaxis dan Slope /W untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng setelah penanganan. Pada perancangan penataan geometri dan perancangan cantilever wall, SF minimum merupakan pada kondisi adanya beban gempa dan muka air tanah tetapi tidak terdapat beban lalu lintas. Total displacement terbesar merupakan kondisi adanya muka air tanah, beban gempa dan dengan beban lalu lintas. SF maksimum merupakan kondisi tidak ada muka air tanah dan tanpa beban gempa. Pada perancangan penataan geometri dan drainase horizontal, SF minimum dan total displacement berada pada kondisi terdapat beban gempa. SF maksimum pada kondisi tidak ada beban gempa. Pada perancangan penataan geometri lereng SF minimum 0,888, SF maksimum 1,264, nilai total displacement terbesar 0,122 m, dan estimasi biaya konstruksi sebesar Rp 52.527.128,14.. Pada perancangan dengan cantilever wall diperoleh SF minimum 1,022, SF maksimum 1,600, total displacement terbesar 0,123 m, dan estimasi biaya konstruksi Rp 520.327.387,09. Pada perancangan penataan geometri lereng dan drainase horizontal diperoleh SF minimum 0,911, SF maksimum 1,237, total displacement terbesar 0,113 m, dan estimasi biaya konstruksi Rp 70.933.273,59. Pada penataan geometri lereng nilai SF minimum dapat ditingkatkan dengan adanya penambahan gebalan rumput dan drainase horizontal yang dapat mengontrol aliran air permukaan. Dari hasil analisis stabilitas lereng pada ketiga jenis penanganan tersebut dinyatakan cukup aman terhadap perancangan penataan geometri lereng, dan aman pada perancangan cantilever wall.

In geometrical slope control and cantilever wall design, minimum Safety Factor (SF) is a condition with seismic load and water level, but there is no traffic load. Maximum Safety factor is a condition with no water level and seismic load. Maximum total displacement is a condition with water level, seismic load, and traffic load. In geometrical slope control with horizontal drain, minimum safety factor and total displacement in a condition with seismic load and maximum safety factor in a condition without seismic load. In slope geometric control produces minimum SF 0,888 and maximum SF 1,264, maximum total displacement is 0,122 m, and estimated costs constrcuction Rp 52.527.128,14. In cantilever wall design produces minimum SF 1,022 and maximum SF 1,600, maximum total displacement 0,123 m, and estimated costs construction Rp 520.327.387,09. In slope geometric control and horizontal drain produces minimum SF 0,911, maximum SF 1,237, maximum total displacement 0,113 m, and estimated costs construction Rp 70.933.273,59 . In slope geometric control, minimum SF can be increase with grass and surface drainage to control surface flow. Based on stability analysis for all mitigation, can be defined that mitigation was quite safe for slope geometric control and safe for cantilever wall design. It is recommended to use the cantilever wall according to the safety factor value, the land use condition, and cost construction.

Kata Kunci : stabilitas lereng, penataan geometri, cantilever wall, drainase horizontal, Plaxis, Slope /W