Laporkan Masalah

ANALYZING CORRUPT BEHAVIOR THROUGH BRIBERY GAME EXPERIMENT

AMANDA WIJAYANTI, Muhammad Ryan Sanjaya, S.E., M.Int.Dev.Ec.

2015 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Korupsi secara luas diakui sebagai salah satu permasalahan ekonomi. Telah banyak perhatian untuk masalah ini karena meluasnya bahaya korupsi di seluruh dunia. Namun demikian studi kasus dan analisis statistik belaka sering gagal untuk menentukan pola perilaku korupsi itu sendiri. Tentu sulit untuk mengamati korupsi di lapangan, karena semua orang yang terlibat di dalamnya memiliki alasan yang baik untuk tetap diam. Dalam sebuah eksperimen laboratorium, kita dapat mengamati perilaku korup dalam skenario penyuapan simulasi langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi eksperimental untuk menganalisis perilaku korup. Eksperimen dalam penelitian ini terdiri dari beberapa jenis permainan sekuensial sederhana. Pada seluruh permainan, satu pemain (yang mewakili potensi penyuap) dapat memutuskan apakah mereka ingin mentransfer uang ke pemain kedua (mewakili potensi bribee) atau tidak. Setelah transfer telah dibuat, pemain kedua dapat memilih apakah akan melaporkan suap, melakukan perilaku oportunistik, atau melakukan perilaku timbal balik. Ketika pemain dua melakukan perilaku oportunistik, pemain satu dapat memilih apakah akan melaporkan pemain kedua atau tidak melakukan apa-apa. Jika pemain dua memilih untuk melakukan timbal balik, maka kedua belah pihak terlibat dalam kegiatan korupsi. Dengan melihat perbandingan dari tiga pendekatan ini, kita dapat mempelajari dan menganalisis pola perilaku korup. Semua pendekatan dalam eksperimen ini dimainkan sebanyak sepuluh putaran antar pemain yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perilaku oportunistik tidak disukai ketika subjek sangat risk-averse, (2) karena perilaku oportunistik telah memiliki risiko dilaporkan, orang-orang yang disuap lebih mungkin untuk melakukan timbal-balik, (3) perbedaan gender antara laki-laki dan wanita tidak berkorelasi perilaku mereka terhadap pemberian suap, (4) ada perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan terhadap perilaku whistle-blowing dan perilaku timbal balik, (5) program studi tidak berpengaruh dalam mendefinisikan sikap seseorang terhadap korupsi.

Corruption is widely recognized as one of economic problems. There has been a lot of attention to this issue since widespread of corruption harms worldwide economy. Nevertheless case study and mere statistical analysis of corruption often fail to determine the behavior of corrupt activity itself. Naturally corruption is hard to observe in the field, since everyone engaged in it has good reasons to remain silent. In an alternative laboratory experiment, we can observe behavior in simulated bribery scenario directly. This research uses experimental economic approach to analyze corrupt behavior. The experiment consists of several types of simple sequential game. In the entire game, one player (representing the potential briber) can decide whether they want to transfer money to second player (representing potential bribee) or not. When a transfer has been made, player two can choose whether to report the bribe, induce opportunistic behavior, or induce reciprocity behavior. Regarding player two�s opportunistic behavior, player one can choose whether to report player two or do nothing. If player two choose to reciprocate, then both parties are engage in corrupt activity. By comparison to these treatments, we can examine the corrupt behavior. All treatments are played in ten round games between the same players. The results show that (1) opportunistic behavior is not preferable when the subjects are highly risk averse, (2) since opportunistic behavior has inherited risk of being reported, people who are bribed are more likely to reciprocate, (3) gender difference between men and women does not correlate their behavior towards giving bribe, (4) there is difference behavior between men and women towards whistle-blowing behavior and reciprocity behavior, (5) academic major does not matter in defining someone�s attitude towards corruption.

Kata Kunci : korupsi, permainan sekuensial, timbal balik, perilaku oportunistik

  1. S1-2015-312178-abstract.pdf  
  2. S1-2015-312178-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-312178-title.pdf