Kemitraan Antara Pemerintah Provinsi Yogyakarta dengan LSM Kebaya Sebagai Civil Society Terkait Pemerataan Jaminan Kesehatan pada Waria Pendatang di Yogyakarta
YELLADYS NURING A , Dr. Subando Agus Margono
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Dalam mewujudkan pemerataan jaminan kesehatan kepada kelompok marginal seperti waria, Pemerintah Provinsi Yogyakarta yang meliputi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Bapel Jamkesos (Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial) tidak bisa bekerja secara mandiri. Pemerintah Provinsi Yogyakarta membutuhkan mitra kerja seperti organisasi masyarakat sipil (civil society) yang lebih mengerti kondisi di lapangan. Salah satu organisasi masyarakat yang menjalin kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Yogyakarta dalam pemerataan jaminan kesehatan adalah LSM Kebaya (Keluarga Besar Waria Yogyakarta). Kemitraan ini telah terjadi sejak tahun 2007. Sebelum adanya kemitraan, waria pendatang kesulitan untuk membayar biaya administrasi rumah sakit namun setelah adanya kemitraan waria pendatang lebih mudah untuk mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit karena semua biaya ditanggung oleh pemerintah. Jaminan kesehatan kepada waria pedendatang juga menjadi lebih terbuka, mudah diakses, serta transfer informasi tersampaikan secara baik kepada waria. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kemitraan terjadi sehingga terjadi pemerataan jaminan kesehatan kepada waria pendatang di Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokus dalam penelitian meliputi LSM Kebaya, Pemerintah Provinsi Yogyakarta yaitu Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Bapel Jamkesos. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara sebagai bahan data utama, sedangkan data yang diperoleh dari dokumentasi dan observasi merupakan data pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses kemitraan berjalan dengan cukup lancar. Lancaranya proses kemitraan dilihat berdasarkan kesuksesan implementasi prinsip kemitraan yang meliputi kesetaraan, keterbukaan, dan saling menguntungkan, serta landasan kemitraan yang meliputi saling memahami kedudukan, tugas, fungsi, dan struktur masing-masing, saling menghubungi dan mendekati, dan saling mendukung dan menghargai. Selain itu, suksesnya implementasi kemitraan juga disebabkan oleh besarnya peran LSM Kebaya sebagai bagian dari civil society dalam mengadvokasi waria melalui lobi, melakukan pendampingan, dan sebagai perantara antara waria dan pemerintah.
In order to equalize healthy insurance towards marginal group like transgender, Yogyakarta government including Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bapel Jamkesos (Balai penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial) can not work independently. Yogyakarta government needs a partner which is know more about real and factual condition. One of organisation which had a collaboration with Yogyakarta government regarding this issue is LSM Kebaya (Keluarga Besar Waria Yogyakarta). This partnership formed in 2007. Before this partnership established, transgender that came from outside Yogyakarta hardly pay the hospital administration, but not no more, because the government guarantee all their expenses. Healthy assurance for transgender became more accesible, and information well-transferred towards them. Because of that, this research aimed to knowing how the partnership formed until the equalization of healthy assurance for transgender process being reached. This research will formed into qualitative with case-based approach. This research’s locus are LSM Kebaya, Yogyakarta Province Government ( Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, and Bapel Jamkesos). The source of this papers are primary and secondary data. The accumulation technique used are interview as a main substance, and documentation and observation as supportive substance. The result of this research shows that the partnerhip run well. The good result recognized from the success of the value of partnership implementation that are equality, openess, and mutual, and fundamental partnership value is well-structured of position, tasks, and function of each. Beside of that, the success implementation of this partnership also showed that LSM Kebaya play its role well in advocating as a bridge between the transgender community and the government.
Kata Kunci : kemitraan, civil society