PRAKIRAAN PERMINTAAN PENUMPANG PADA RENCANA PEMBANGUNAN KERETA API BANDARA DI KULON PROGO
KEVIN MARTIN, Prof. Dr. Tech Ir. Danang Parikesit M.Sc
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILJumlah penumpang di Bandara Adisucipto saat ini adalah 5 juta/tahun, sedangkan kapasitas yang tersedia hanya 1,5 juta/tahun. Dengan keterbatasan lahan dalam pengembangan bandara maka perpindahan Bandara Adisucipto menuju Bandara di Kulon Progo direncanakan. Wacana perpindahan bandara ini perlu didukung oleh penyediaan angkutan massal yaitu kereta api. Hal ini dikarenakan jarak lokasi Bandara Baru Yogyakarta dari Kota Yogyakarta mencapai kurang lebih 45 km selain itu potensi jumlah penumpang yang besar juga akan membebani jalan. Karakteristik Kereta api yang merupakan transportasi massal yang efektif dan efisien, maka dikembangkanlah jalur kereta menuju Bandara di Kulon Progo. Menilik hal tersebut, perlu kiranya dilakukan kajian terlebih dahulu untuk mengkaji kualitas pelayanan kereta api yang tepat sesuai dengan kebutuhan pesawat dan jumlah penumpang yang akan menggunakan kereta bandara tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap faktor pelayanan yang mempengaruhi kesediaan penumpang pesawat menggunakan kereta bandara berdasarkan analisis faktor. Data yang dihasilkan akan digunakan untuk memprediksi jumlah calon penumpang yang akan memanfaatkan kereta bandara dengan memberikan beberapa skenario menggunakan teknik stated preference dan permodelan ordered probit sehingga diketahui jumlah permintaan penumpang yang akan menggunakan kereta bandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pelayanan yang dibutuhkan calon pengguna kereta bandara terdiri dari faktor mutu pelayanan dan kebutuhan penumpang, faktor kinerja kereta bandara, faktor tarif dan faktor operasi kereta bandara. Perhitungan prediksi jumlah calon pengguna kereta bandara adalah sebesar 10.530 penumpang per hari di tahun 2018.
Currently, the number of passengers at the Adisucipto Airport is over 5 million/year, while it's available capacity is just1,5 million/year. Due to the lack of land for airport development, resettlement plan of Adisucipto Airport to Airport in Kulon Progo is proposed. Discourse about the resettlement needs to be supported by providing mass transit and it's train. It needs because of the distance from Yogyakarta New Airport is approximately 45 km even the large number of private vehicles could burden the road. Characteristic Mass rail transport is the most effective and efficient to this problem. Therefore, the development of train line to the airport in the district Kulonprogo was proposed and a study need to be carried out to service quality required and the demand passenger of the train. In this research, the quality of train services influencing the willingness of airline passenger using airport-train is analyzed by using factor analysis. Afterwards, the results obtained is processed to predict the number of passenger by giving some scenarios to the passenger using stated preference techniques and ordered probit models in order to know the demand of user's willingness to use the airport train. The results show that the service factors required by user of the airport-train consist of factor of the quality of service, factor of airport-train performance, factor of needs of passenger and factor of airport-train operation. The calculation of the demand for the aiport train is 10.530 passenger per day in 2018 will use the train.
Kata Kunci : factor analysis, stated preference, demand forecasting, airport train