HUBUNGAN PENGETAHUAN PENJAMAH MAKANAN DENGAN KEAMANAN PANGAN BERDASARKAN SKOR KEAMANAN PANGAN (SKP) DAN UJI MIKROBIOLOGI DI PONDOK PESANTREN
KAYYIS ALWI, Dra. Elza Ismail, M.Kes.; Ika Ratna Palupi, S.Gz, M.Sc.
2015 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar belakang: Makanan yang bermanfaat adalah makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi dan harus aman dari mikroorganisme berbahaya. Dalam mengelola makanan, kaidah dan prinsip higiene sanitasi makanan perlu diterapkan. Pondok pesantren merupakan institusi yang memiliki fungsi penyelenggaraan makanan. Banyaknya kasus keracunan makanan yang terjadi di pondok pesantren dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi. Oleh karena itu, penjamah makanan memiliki peran penting dalam menjamin keamanan pangan. Pengetahuan penjamah makanan haruslah baik agar makanan memiliki kualitas baik, layak dikonsumsi, dan angka kuman yang memenuhi syarat. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang keamanan pangan pada penjamah makanan dengan skor keamanan pangan dan angka kuman. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi cross sectional. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner pengetahuan, formulir skor keamanan pangan (SKP), dan angka kuman diuji dengan metode total plate count (TPC). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang keamanan pangan dengan SKP, dengan nilai p = 0,800 dan nilai r = 0,200, dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan keamanan pangan dengan angka kuman dengan nilai p = 1,000 dan nilai r = 0,000. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pengetahuan keamanan pangan dengan skor keamanan pangan (SKP) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan keamanan pangan dengan angka kuman. Kata kunci: pengetahuan, keamanan pangan, penjamah makanan, pondok pesantren, angka kuman.
Background: Good food is food that can fulfill daily nutrition requirements and free from harmful microorganism. The principles of food hygiene and sanitation practices are needed in food handling. Islamic boarding school is an institution with food service as one of its functions. There was a lot of food poisoning incident at an Islamic boarding school that may caused by lack of hygiene and sanitation knowledge and practice. Therefore, food handler plays an important role to ensure the safety of the foods. Food handlers must have a decent knowledge about food safety to make sure the foods have high quality, consumable, and have the bacterial count within normal range. Objective: To determine the relation between food handler’s knowledge of food safety, food safety score and bacterial count Methods: This was an observational study with cross sectional study design. Instruments used in this study were questionnaire, food safety score form, and bacterial count using total plate count method. Spearman correlation test was used to analyze statistically. Result: Statistical analysis showed no significant relation between knowledge of food safety with food safety score, with the value of p = 0,800 and r = 0,200, and no significant relation between food safety knowledge and total plate count, with the value of p = 1,000 and r = 0,000. Conclusion: Food handler’s knowledge of food safety did not have any significant relation with either safety food score or bacterial count. Keywords: Knowledge, food service, food safety, food handler, Islamic boarding school
Kata Kunci : pengetahuan, keamanan pangan, penjamah makanan, pondok pesantren, angka kuman.