PENGETAHUAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS RAWAT INAP KOTA YOGYAKARTA
ERICA YUNITA T., Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes;dr.Rr. Siti Rokhmah Projosasmito, M.Ed.
2015 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar belakang: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ialah pemberian ASI pertama dalam 24 jam setelah lahir. IMD memiliki banyak manfaat baik bagi ibu maupun bayi. Namun saat ini prevalensi pelaksanaan IMD di Indonesia hanya sebesar 34,5% masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Selain itu pelaksanaan IMD di Indonesia khususnya di Kota Yogyakarta belum ada kesesuaian dengan tatalaksana yang dianjurkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kegagalan pelaksanaan IMD, salah satunya ialah pengetahuan tenaga kesehatan. Oleh karena itu perlu untuk mengkaji pengetahuan tenaga kesehatan sebagai fasilitator dan konselor IMD. Tujuan penelitian: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tenaga kesehatan puskesmas rawat inap Kota Yogyakarta mengenai IMD. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah semua tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas rawat inap Kota Yogyakarta. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling atau sampel jenuh. Untuk mengetahui pengetahuan IMD pada tenaga kesehatan diukur menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 85 responden. Data pengetahuan dianalisa dengan perhitungan dalam persentase (%). Sedangkan, pengetahuan dianalisa menggunakan analisa univariat (mean, median, dan standart deviasi). Hasil penelitian: Bidan memiliki rata-rata skor pengetahuan 88,47 kurang lebih 3,92, rata-rata skor pengetahuan ahli gizi 86,43 kurang lebih 2,44, dokter 82,69 kurang lebih 6,65, dan perawat 75,53 kurang lebih 11,29. Kesimpulan: Semua tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dalam rentang baik. Bidan memiliki pengetahuan tertinggi diantara profesi kesehatan lainnya. Pengetahuan tertinggi kedua dimiliki oleh ahli gizi. Perawat memiliki pengetahuan terendah dibandingkan profesi lainnya.
Background: Early breastfeeding is giving first time breastmilk in 24 hours after birth. Early breastfeeding have many function both of mother or baby. However, now the prevalence breastcrawl practice in Indonesia only 34,5% lower than other developing country. In addition, there isn'tappropriate early breastfeeding practice with the standart. One of the causes failure of early breastfeeding practice is healthcare's knowledge. Therefore, needed to investigate knowledge of healthcare who role as facilitator and counselor of breastfeeding. Objective: In general, the study aims at investigating local government healthcare's knowledge of early breastfeeding in Yogyakarta. Method: The study uses survey crosssecctional method. Population in this study is all of healthcare worked in local government clinic. Subject is taken using total sampling method. Healthcare's knowledge of early breastfeeding is measured using questionnaire. Total subject are 85 respondent. The data is analyzed using calculation in percentage. In the other hand, level of knowledge is analyzed using univariate technique (mean, median, and standart deviation). Results: Midwifes have score mean of knowledge 88,47 plus minus 3,92, ahli gizi 86,43 plus minus 2,44, dokter 82,69 plus minus 6,65, dan perawat 75,53 plus minus 11,29. Conclusion: All local government clinic healthcares have good knowledge about breastcrawl. Midwifes have highest knowledge about breastcrawl than other profession. The second highest knowledge had by nutritionist. Nurse have lowest knowledge about breastcrawl than other.
Kata Kunci : pengetahuan,tenaga kesehatan,Inisiasi Menyusu Dini,IMD,knowledge, healthcare, early breastfeeding