Laporkan Masalah

Pergeseran Tradisi Megengan (Studi Tentang Pergeseran Tradisi Megengan di Ndalem Mangkubumen)

ADELAGUSTIN RATNA I, Prof. Dr. Heru Nugroho, S.U

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Salah satu ritual yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Jawa adalah ritual Ruwahan, yakni sebuah ritual yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali ketika menjelang bulan suci Ramadhan. Di dalam ritual Ruwahan terdapat dua tradisi penting, yaitu tradisi Megengan dan tradisi Nyadran. Fokus penelitian ini adalah tradisi Megengan, sebab tradisi tersebut merupakan pijakan awal ritual Ruwahan serta terdapat makna filosofi luhur di dalamnya. Setiap unsur rangkaian sesaji tradisi Megengan juga memiliki makna. Selain itu, tradisi Megengan juga sebagai wujud permohonan maaf, eratnya hubungan antaranggota masyarakat serta bentuk upaya masyarakat untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan jaman telah berkembang, tradisi Megengan mengalami pergeseran dalam hal pemaknaan dan tata cara pelaksanaan oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Ndalem Mangkubumen, Kampung Kadipaten Wetan, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Penelitian ditujukan untuk mnjawab bagaimana proses pergeseran tradisi Megengan di Ndalem Mangkubumen, bagaimana bentuk pergeseran tradisi Megengan di Ndalem Mangkubumen dan mengapa masyarakat Ndalem Mangkubuen masih melaksanakan tradisi Megengan sampai sekarang. Peneliti menggunakan teori Rasionalitas, teori Pilihan Rasional dan teori Komodifikasi untuk menganalisis pergeseran tradisi Megengan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dari penelitan ini adalah masyarakat Ndalem Mangkubumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran terjadi sejak tahun 1980 sampai sekarang. Dengan mnggunakan periodisasi maka proses pergeseran dapat terlihat. Pergeseran dikarenakan oleh masyarakat Ndalem Mangkubumen sendiri. Pergeseran tersebut merupakan bentuk penyesuaian tradisi dengan perkembangan jaman. Bentuk pergeseran yang tampak antara lain arti filosofi, tata cara pelaksanaan, waktu pelaksanaan, nilai yang terkandung serta rangkaian atau uborampe dalam sesaji tradisi Megengan. Masyarakat Ndalem Mangkubumen masih melaksanakan tradisi Megengan dikarenakan berbagai alasan. Pergeseran tersebut memunculkan pola tindakan baru pada masyarakat Ndalem Mangkubumen saat melaksanakan tradisi Megengan.

One of the rituals which is still held by Javanese society is Ruwahan, a ritual which is held once in a year before Ramadhan. There aretwo important tradition in Ruwahan, Megengan tradition and Nyadran tradition. The focus of this study is on Megengan as this tradition is the first step of Ruwahan and there is a glorious philosophy meaning on it. Every element of offening combination on Megengan has its own meaning as well. Furthemore, Megengan is as the symbol of apology, the relationship within society and the society's effort to keep harmony in life. However as the time goes by and era has changed, Megengan has changed on its meaning and procession among the society. This study took place at Ndalem Mangkubumen, Kadipaten Wetan village, Kadipaten urban community, Kraton subdistric, Yogyakarta. This study aims to answer the process of Megengan tradition change at Ndalem Mangkubumen and the reason of Ndalem Mangkubumen society still having this tradition until now. This study applies Rationality theory, theory of Rational Choice and theory of Komodification to analyze Megengan change. This study is qualitative study using descriptive method. The data is collected by observation, interview and documentation. The informants of this study is the society of Ndalem Mangkubumen. The result of the study shows the change has been happening from 1980 until now. By using periodic step, the changing process can be seen.the change is cause by the society of Ndalem Mangkubumen itself. The change on Megengan tradition arises as the result of the adjustment of tradition and the changing era. The changing formsare the philosopy meaning, the procession, the time, the value and the combination or uborampe of the offering on Megengan tradition, the society of Ndalem Mangkubumen is still having this tradition because of many reason. The change arises the new pattern of action on Ndalem Mangkubumen society when they do Megengan tradition.

Kata Kunci : bentuk pergeseran, pergeseran, periodisasi, tradisi Megenganbentuk pergeseran, pergeseran, periodisasi, tradisi Megengan, form of change, change, periodic, Megengan tradition

  1. S1-2015-317822-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317822-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317822-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317822-title.pdf