ANALISIS INTERKONEKSI AIR SUNGAI DENGAN AIRTANAH DI SEPANJANG DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) GARANG, SEMARANG MENGGUNAKAN ISOTOP STABIL ALAM
RISMAH TAUFIK ANDIHUTOMO, Dr. Ir. Agus Budhie Wijatna, M.Si.;Drs. Satrio, M.T.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIRDi tengah banyaknya pengalihgunaan fungsi lahan yang menyebabkan daerah resapan air berkurang, Sungai Garang diperkirakan memiliki interkoneksi dan berkontribusi terhadap keberadaan airtanah di Semarang, terutama di sepanjang DAS Garang. Oleh sebab itu, interkoneksi antara Sungai Garang dengan airtanah di sepanjang DAS Garang perlu untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah menentukan genesis airtanah, menentukan interkoneksi hidrolik antara Sungai Garang dengan airtanah, dan menentukan tipe interkoneksi di sepanjang DAS Garang. Penentuan adanya interkoneksi antara air sungai dengan airtanah ini dapat dilakukan dengan menganalisis isotop alam deuterium (D) dan oksigen-18 (O-18) yang keduanya merupakan isotop penyusun air yang dapat dianalisis dengan Liquid Water Stable Isotope Analyzer di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN. Dari penelitian yang telah dilakukan, berdasarkan genesisnya terdapat 3 kelompok airtanah yang semuanya memiliki interkoneksi dengan air sungai. Tipe interkoneksinya adalah losing stream. Kelompok I yang terdiri dari L2, L3, L4, L5, L6, L7, R2, R3, R4, R5, R6, R7 dan R8 memiliki nilai rasio isotop untuk 18O dalam rentang -6,89 permil sampai dengan -8,08 permil dan rasio D -53,22 permil sampai dengan -59,56 permil. Kelompok I diindikasikan merupakan bagian dari hulu Sungai Garang dan bagian dari daerah recharge airtanah Semarang. Kelompok II terdiri dari L8, dengan nilai rasio isotop O-18 dan D berturut-turut adalah -4,73 permil dan -37,72 permil L8 berasal dari hujan lokal yang mengalami penguapan, serta terjadi mixing dengan air sungai. Kelompok III terdiri dari L1 dan R1, dengan rentang nilai rasio isotop untuk O-18 adalah 0,95 permil sampai dengan 1,55 permil dan rasio isotop D -11,21 permil sampai dengan -12,16 permil. Asal airtanah kelompok III utamanya dari Sungai Garang. Kelompok III memiliki rasio isotop yang enriched akibat intrusi oleh air laut.
In the midst of many changing land use in Semarang that cause reduction in water recharge areas, Garang River is predicted to have an interconnection and contribution to the existence of groundwater, especially along the Garang watershed. This interconnection between Garang River with groundwater along the Garang watershed was required to be analysed. The objective of this research were to determine the genesis of groundwater, to determine the hydraulic interconnections between Garang River and groundwater, and to determine the type of interconnection along the Garang watershed. Determination of the interconnection between the river and groundwater could be carried out by analyzing natural isotopes deuterium (D) and oxygen-18 (O-18) which content were constituent isotopes of water which could be analized by Liquid Water Stable Isotope Analyzer at Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN. As the result from this research, based on the genesis there were three groups of groundwater which all of them had interconnection with river. The type of interconnection was losing steam. The group I comprised L2, L3, L4, L5, L6, L7, R2, R3, R4, R5, R6, R7 and R8 had values of O-18 isotope ratios in the range of -6,89 permil to -8,08 permil and D in the range of -53,22 permil to -59,56 permil. The group I was indicated as part of Garang River upstream and part of a groundwater recharge area of Semarang. Group II consisted of L8, had value of isotope ratios O-18 and D of -4,73 permil and -37,72 permil respectively. L8 comes from local rainfall and underwent evaporation as well as mixed with river water. Group III, consisted of L1 and R1, had values of O-18 isotope ratios in the range of 0,95 permil to 1,55 permil and D isotope ratios in the range of -11,21 permil to-12.16 permil. The groundwater main origin of group III was from Garang River. Group III has enriched isotopic composition due to seawater intrusion.
Kata Kunci : Interkoneksi, air sungai, airtanah, deuterium, oksigen-18, losing stream.