Keanekaragaman Jenis Anggota Acarina di Perkebunan Teh Nglinggo dan Tritis, Kulonn Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
ENDANG SRI UTAMI, Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M.Kes
2015 | Skripsi | BIOLOGITeh (Camellia sinensis) merupakan salah satu tanaman budidaya yang banyak dikembangkan di Indonesia serta sebagai komoditi pertanian yang menunjang perekonomian masyarakat dan sumber devisa negara. Penelitian mengenai keanekaragaman Acarina pada tanaman budidaya teh masih tebatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan peran Acarina di kebun teh Nglinggo dan Tritis, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2015. Sampel penelitian berupa daun dan seresah tanaman teh diambil dari zona atas, tengah, dan bawah. Setiap zona dibagi menjadi 4 titik sampling. Parameter lingkungan yang diukur mencakup suhu, pH, kelembaban dan ketinggian. Identifikasi sampel Acarina menggunakan buku Manual of Acarology (Krantz, 1978). Keanekaragaman Acarina dianalisis menggunakan indeks Shanon-Weiner. Berdasarkan hasil penelitian, Acarina yang ditemukan di kebun teh Nglinggo dan Tritis sebanyak 17 spesies dari 12 Family yaitu Laelapidae, Holothyridae, Ascidae, Phytoseiidae, Cunaxidae, Tebuipalpidae, Glycyphagidae, Cheyletidae, Cheyletidae, Anystidae, Schlerobatidae, Nothridae, dan Ceratizeidae. Spesies yang mendominasi di kebun teh Nglinggo dan Tritis adalah Brevipalpus phoenicis dan Asca sp. Acarina yang ditemukan pada penelitian ini berperan sebagai fitofag, predator, saprofag dan lichenopagus. Faktor lingkungan yang mempengaruhi keanekaragaman Acarina adalah suhu, kelembaban, dan Ph. Kata Kunci : Teh, Acarina, Keanekaragaman, Dominansi, Indeks Shanon-Wiener
Tea is one of cultivated plants in Indonesia, and as agricultural commodities that support economy and the country foreign exchange. The diversity of Acarina in the cultivated plants still limited. The objectives of the research were to find out the diversity of Acarina, role, and the environmental factors which influenced Nglinggo and Tritis tea garden, Kulon Progo Regency, Yogyakata. The leaf and litter of tea were collected from 3 zone ( high, medium, and low), were each of them consisted of 4 sampling point. We measured the environmental are temperature, soil acidicity, humidity and altitude. The diversity was counted using Shanon-Weiner diversity indices. Acarina species were identified based on book by Krantz (1978), A Manual of Acarology. In this Research was found 17 Species from 12 Family Laelapidae, Holothyridae, Ascidae, Phytoseiidae, Cunaxidae, Tebuipalpidae, Glycyphagidae, Cheyletidae, Cheyletidae, Anystidae, Schlerobatidae, Nothridae, Ceratizeidae. Brevipalpus phoenicis and Asca sp. was the most dominance species in Nglinggo and Tritis tea garden. The role of Acarina spesies in the tea garden is phytophagus, predators, saprophagus, and lichenopagus. Environmental factors that effect the diversity level of Acarina i.e temperature, humidity and soil acidity. Keyword : Tea, Acarina, Diversity, Dominance, Shanon-Wiener index
Kata Kunci : Kata Kunci : Teh, Acarina, Keanekaragaman, Dominansi, Indeks Shanon-Wiener