PERMINTAAN KELUARGA BERENCANA (KB) DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI MODERN PADA PRIA (Analisis Data SDKI 2012)
PIPIE PARAWANSHA, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., M.Sc., Sc.D; Dr. Drs. Sukamdi, M.Sc
2015 | Tesis |Latar Belakang: Perubahan paradigma ke arah pendekatan hak-hak reproduksi dan kesetaraan gender belum berjalan dengan baik di Indonesia. Partisipasi pria dalam pemakaian kontrasepsi masih rendah. Demikian juga dengan pemakaian kontrasepsi modern pada pria. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemakaian kontrasepsi secara langsung adalah permintaan KB. Keputusan pemakaian kontrasepsi seringkali dibuat oleh pasangan secara bersama. Namun demikian perbedaan pendapat antara suami istri masih banyak terjadi. Dalam hal ini norma gender dan relasi kekuasaan yang tidak seimbang memainkan peranan penting. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh permintaan KB terhadap pemakaian kontrasepsi modern pria di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dianalisis secara kasus kontrol dengan matching. Sampel penelitian adalah semua pasangan yang berada di rumah dan dapat diwawancarai pada SDKI 2012. Keseluruhan jumlah sampel adalah 573 pasangan. Analisis data berupa analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel menggunakan STATA 12.1. Analisis univariabel dengan statistik deskriptif, analisis bivariabel dan multivariabel dengan conditional logistic regression. Hasil: Permintaan KB kategori hanya suami yang ingin ber-KB menjadi faktor protektif pemakaian konrasepsi modern pria (OR=0,1; 95% CI=0,02-0,34). Pasangan yang melakukan diskusi KB, istri berpendidikan tinggi, bertempat tinggal di kota, dengan status ekonomi kaya dan menengah memiliki kecenderungan lebih besar untuk memakai kontrasepsi modern pria dibandingkan tidak memakai kontrasepsi modern pria. Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap pemakaian kontrasepsi modern pria adalah permintaan KB, diskusi KB, pendidikan istri, tempat tinggal dan status ekonomi.
Background: A change of paradigm in the direction of approach to reproductive rights and gender equality has not been going well in Indonesia. Male participation in the use of contraceptives remains low. Likewise, the use of male modern contraception. One of the factors that directly influence the use of contraception is demand for family planning. The use of contraceptives is often a decision made by the couple together. However, disagreements between husband and wife is still a lot going on. In this case the gender norms and unequal power relations play an important role. Objective: To identify the influence of demand for family planning on the use of male modern contraceptives in Indonesia. Methods: This study was a cross sectional study that analyzed the case-control matching. The samples were all couples who are at home and can be interviewed at the IDHS 2012. Overall the number of samples is 573 pairs. Analysis of data in the form univariable, bivariable and multivariable analysis using STATA 12.1. Univariable analysis with descriptive statistics, analysis bivariable and multivariable with conditional logistic regression. Results: Demand for family planning category husband only wanted family planning be a protective factor on use of male modern contraception (OR = 0.1; 95% CI = 0.02 to 0.34). Couples who conduct discussions family planning, highly educated wife, residing in the city, with a rich and middle economic status have a greater tendency to use male modern contraceptive than not using male modern contraception. Conclusions: Factors that influence the use of male modern contraceptives is demand for family planning, discussions family planning, wife education, residence and economic status.
Kata Kunci : permintaan KB, kontrasepsi modern pria/ demand for family planning, male modern contraception