Laporkan Masalah

Culinary Waterfront Park di Tepian Sungai Martapura Banjarmasin Dengan Pendekatan Waterscape

AHMAD SYUHUDI R, Ir. M. Santosa, MS

2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Banjarmasin adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki jalur sungai yang banyak dan lebar. Sejak dahulu kala, sungai - sungai di Banjarmasin di gunakan sebagai tempat menyambung nyawa. Sungai sungai digunakan sebagai media transportasi. Media transportasi ini tidak hanya digunakan masyarakat Banjar untuk berpindah tempat saja namun sebagai media pendukung ekonomi. Sungai - sungai yang lebar, panjang, dan menggapai daerah terpencil mengakibatkan sungai digunakan oleh para orang kecil untuk menjual dagangannya di kota. Proses ini sudah berlangsung bertahun - tahun hingga sekarang. Pengaruh sungai - sungai bagi masyarakat banjar sangatlah menguntungkan. Namun bertolak belakang dengan keadaan sungainya. Sungai - sungainya sendiri sebagai media justru seperti tidak terlalu dijaga keberlangsungannya. Pada dahulu, banyak masyarakat yang mendirikan hunian di tepian sungai karena membutuhkan Sungai. Dari sinilah kota Banjarmasin mulai berkembang. Akan tetapi, makin kesini sungai makin di tinggalkan. Sungai menjadi muka belakang dari rumah - rumah. Sungai menjadi terkesan kumuh dan untuk masyarakat golongan bawah. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah lebih land oriented. Perkembangan transportasi darat mengambil alih dan sungai menjadi terbengkalai. Walaupun begitu kebudayaan dan kehidupan sungai sebenarnya tidak bisa lepas dari masyarakat Banjar. Transportasi darat memang media transportasi yang utama, namun keberadaan sungai seharusnya bisa dimanfaatkan. Hal ini yang masih belum di maksimalkan di kota Banjarmasin. Dalam rangka menigkatkan kembali citra sungai di Banjarmasin mengubah perspektif masyarakat tentang sungai, maka perlu dibuatnya sebuah daya tarik yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat. Taman kuliner tepian sungai menjadi pilihan yang dapat mewadahi permasalahan ini. Sebuah ruang publik di tepian sungai yang memiliki wisata kuliner dan wisata sungai. Tidak sekedar menawarkan wisata sungai, namun dengan juga menawarkan potensi kuliner dan kebudayaan masyarakat Banjar. Namun dengan ini daya tarik ini saja tidak cukup untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan sungai. Idenya adalah dengan menambahkan pendekatan waterscape pada perancangan taman kuliner tepian sungai ini. Maksudnya adalah memaksimalkan view dengan unsur air. termasuk view menuju sungai dengan tetap meperhatikan dan memaksimalkan fungsi yang lain. Memperbanyak unsur air sebagai elemen desain.Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih sadar akan keberlangsungan sungai. Tidak hanya sungainya namun juga kegiatan ekonomi dan kebudayaan yang ada di sungai seperti dahulu.

Banjarmasin is one of city in Indonesia that had many long and broad river. River in Banjarmasin always been a media for transportation. Not only for people transportation, but also goods and plantations as an economic needs. This is because of the river reached the remote areas. People from remote areas bring their agricultural output to the city by river using boat to sell it. River become so important for Banjar people. Later, from the river , many city in South Borneo developing. Because of the need of the river for transportation, many people built houses in the riverbanks. Gradually, the riverbanks become full and make the river polluted. This conditions makes the river looks like a slum. It is simultaneously with development of the land oriented transportation. The river activites fall into oblivion. The rivers looks like for the middle-low class. Yet, the river has many potential that can be develop as tourism. In order to bring back the Banjarmasin river image, and change the people perspectives about the river, so then must be something will be to be made as an pride for the Banjarmasin people. Especially people who lived in the riverbank. Due this problem, a culinary park on a waterfront was an effort that can be essential. Culinary park as an public space has the main attraction in culinary. But if the culinary park was situated in the riverbank, it can more interesting. It would be more attractive with the River activites and river culture of Banjar people as an attraction. With this culinary waterfront park, hopefully the people will be more appritiate the river and taking care of their river. The idea is just not make a facilities for eating near the river of Banjarmasin, but make the river with the water element as an main attention. Culinary and the park was the factor to attract people. The rive and the water element as an waterscape. It is mean to make people realize about their city's potential.

Kata Kunci : Banjarmasin, Taman Kuliner, Waterscape, Wisata, Culinary Park, Waterscape, Attraction.