APLIKASI METODE FILOSOFI SIMBIOSIS DALAM BANGUNAN APARTEMEN
ARTHA RIDDIHAT N, Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc, PhD
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTURBertambahnya penduduk di Indonesia, ditambah dengan urbanisasi yang juga bertambah setiap tahun, membuat tuntutan untuk hunian tempat tinggal yang ada di kota meningkat pesat. Dimana, pada kenyataannya, rumah-rumah tinggal yang biasanya ditempati orang Indonesia tidak lagi tersedia di kota, dikarenakan ketidak tersediaan lahan kosong. Padahal, pada dasarnya orang Indonesia senang untuk hidup dalam suatu komunitas bertetangga, dimana mereka merasa dekat dan dapat berinteraksi dengan tetangganya. Sedangkan mereka yang biasanya tinggal di apartemen adalah pendatang, karena kebanyakan apartemen didesain untuk mengikuti standard barat, sehingga tidak terasa seperti "rumah" untuk kebanyakan orang Indonesia. Oleh karena itulah dibutuhkan desain apartemen yang memiliki konsep untuk menyelesaikan masalah sosial tadi dan menarik bagi orang Indonesia. Bekasi cocok menjadi salah satu lokasi apartemen ini karena letaknya yang sangat dekat dengan Jakarta, sehingga terkena dampak dari meluasnya kebutuhan hunian di Jakarta. Oleh karena itu, meskipun sekarang Bekasi belum sepenuh Jakarta, sangat baik sebelumnya bila telah ada wacana untuk membuat unit hunian bertingkat yang nyaman di Bekasi untuk orang Indonesia, khususnya kelas menengah ke atas yang menginginkan privasi dan perasaan jauh dari kesibukan Jakarta. Untuk pengembangan apartemen di Bekasi, filosofi simbiosis digunakan sebagai guideline desain yang akan diterapkan. Filosofi ini dipilih karena kecocokannya dengan keinginan untuk mengintregasikan kehidupan apartemen dengan kehidupan umum layaknya di rumah pada umumnya. Integrasi ini juga dapat diterapkan di material bangunan dan lainnya, sehingga desain apartemen ini akan menjadi desain yang cocok bagi orang Indonesia
The expanding number of population in Indonesia, plus the increasing number of urbanisation which gradually increased every year, makes the demand for living space that located in the city rises very high. Which, in reality, the landed housing living unit which Indonesian people love is no longer available, because the decreasing number of empty spaces every year. When in reality, Indonesian people love to live in a neighbourhood community where they can feel close and interact with their neighbour. Apartment as vertical housing is not really attracting a lot of Indonesian people. The one who usually live in the apartment area the expatriat, because the apartment is mostly designed following the western standard, so it doesn't feels like "home" for most Indonesian. Because of that, there's a need for a design concept which solve those problems and make the apartment an attractive choice for Indonesian people. Bekasi is suited as the location for apartment because of it's geographical location which is so close to Jakarta, so it's affected by the expanding demand of living space in Jakarta. Most Bekasi's resident right now is also work in Jakarta. That's why, even thought right now Bekasi isn't as populated as Jakarta, it is good that in advance there's already some thought abaout how to create a comfortable vertical housing in Bekasi for Indonesian people itself, especially the upper middle class which longing for privation, and far away from Jakarta busy's nature. For the development of apartment design in Bekasi, the philosophy of symbiosis is used as design guidelines which will be applied. This philosophy is chosen because of it's compatabilty to integrate the living culture in apartment with the living culture in normal landed house in common. The integration could also be applied in building material and others, so the apartment design will have the comfortable, Indonesian feel, for Indonesian people.
Kata Kunci : Vertical Housing, High-End Apartment, Philosophy of Symbiosis