Sanggau Learning Park dalam Waterfront City
STEFANI PRIMA ASTUTI, Dr,-Ing. Ir. E. Pradipto
2015 | Skripsi | S1 ARSITEKTURKualitas sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan suatu peradaban. Celakanya kemalasan membatasi keinginan manusia untuk berusaha lebih keras menjadi lebih produktif, untuk keluar dari zona nyaman dan untuk belajar. Akibatnya kualitas sumber daya manusia di beberapa daerah menjadi rendah. Mereka memilih untuk menjadi pengikut dan segala sesuatu yang instan menjadi pilihan. Infrastruktur dapat dijadikan sebagai salah satu media penyelesaian masalah.Infrastuktur yang harus dapat memaksa manusia untuk mau belajar, namun berupa paksaan yang menyenangkan bagi mereka dan mereka tak segan untuk dipaksa. Salah satu daerah yang dapat menjadi contoh pembuatan desain ini adalah kabupaten Sanggau. Sanggau merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat dengan lokasi yang cukup strategis dan memiliki potensi sebagai kota yang besar. Potensi wisata alam, wisata budaya dan wisata sejarah juga cukup besar di kabupaten ini. Sebagian potensi ini mengacu pada sungai-sungai di Sanggau salah satunya sungai Kapuas, sungai terbesar di nusantara yang melintasi kota ini. Rendahnya tingkat pendidikan dan ketidak beradaan tenaga ahli yang dapat mengelola potensi-potensi yang ada dengan seoptimal mungkin mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkontrol, pertumbuhan kota yang tidak beraturan serta memudarnya tradisi dan budaya setempat. Dengan adanya pendidikan non formal bagi masyarakat secara bebas, diharapkan mampu menambah pengetahuan masyarakat tentang air, sungai, dan sungai Kapuas khususnya. Dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat diharapkan mereka mau untuk menjaga dan merawat sungai secara bersama-sama. Hidup harmonis dengan sungai dan alam mereka yang kaya akan sejarah dan budaya di harapkan mampu meningkatkan keberadaan air bersih, kesehatan, kebahagiaan dan perekonomian daerah melalui pariwisata.
The quality of human resources has a very important role in the progress of a civilization. Unfortunately sloth limiting human desire to try harder to be more productive, to get out of your comfort zone and to learn. As a result, the quality of human resources in some areas is low. They chose to become a follower and everything instantly becomes an option. Infrastructure can be used as a solution. Infrastructure should be able to force people to want to learn, but in the form of coercion that is fun for them and they do not hesitate to be forced. One area that can serve as an example of making this design is Sanggau district. Sanggau is one of the districts in West Kalimantan with a strategic location and has potential as a great city. The potential of nature tourism, cultural tourism and historical tourism is also quite large in the district. Most of this potential refers to the rivers in Sanggau one Kapuas River, the largest river in the archipelago across the city. Low levels of education and lack of being of experts who can manage the potentials that exist with the optimum result in the exploitation of natural resources that are not controlled, the irregular growth of the city as well as the waning of tradition and local culture. With the non-formal education for the public freely, is expected to increase the knowledge of the public about the water, the river, and the Kapuas river in particular. With increasing knowledge of the community is expected they want to keep and care for the river together. Living in harmony with their natural rivers and rich in history and culture is expected able to increase the presence of water, health, happiness and the regional economy through tourism.
Kata Kunci : edu-tourism, waterfront, water education