Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN DESA WISATA PENTINGSARI PASCA ERUPSI MERAPI 2010

NURRAHMAT WIBISONO S, Dosen Pembimbing : Drs. Purwanto, S.U, M.Phil

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Keberadaan desa wisata di sekitar lereng Gunung Merapi merupakan fenomena yang menarik untuk diteliti. Kawasan tersebut memiliki potensi desa wisata yang tinggi namun berada di kawasan rawan bencana alam erupsi Gunung Merapi. Disatu sisi aktifitas desa wisata dapat menggerakan partisipasi masyarakat dan mendatangkan banyak wisatawan sehingga perekonomian lokal bisa beranjak naik. Di sisi lain hingar bingar ketakutan juga menghinggapi masyarakat dan juga infrastruktur desa wisata yang telah dibangun mengingat potensi bencana alam erupsi Gunung Merapi yang sewaktu waktu dapat terjadi. Salah satu desa wisata yaitu Desa Wisata Pentingsari yang berjarak 12,5 KM dari puncak Gunung Merapi merupakan desa yang berada pada kawasan rawan erupsi Gunung Merapi kategori dua, yaitu kawasan yang berjarak 11-20 Km dari puncak Gunung Merapi. Untuk itu dalam penelitian ini dibahas mengenai (1) Strategi pengembangan Desa Wisata Pentingsari Pasca Erupsi Merapi tahun 2010 dan (2) Bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Pentingsari Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dengan menggunakan metode studi kasus peneliti dapat memahami fenomena sosial secara holistik dan bermakna mengenai strategi pengembangan Desa Wisata Pentingsari pasca erupsi Merapi 2010. Selain itu juga melihat bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Pentingsari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah pengurus Desa Wisata Pentingsari, tokoh masyarakat Pentingari dan masyarakat Pentingsari. Pemilihan informan tersebut dipilih karena memiliki pengetahuan serta informasi mengenai topik penelitian ini. Teknik analisa data mengacu pada analisis studi kasus dengan menggunakan teknik pembuatan eksplanasi yaitu menggunakan acuan teori di awal penelitian untuk melihat situasi yang ada di lapangan. Dalam penelitian menggunakan tiga teori yaitu teori modal sosial (kepercayaan, jaringan dan norma), community based tourism (CBT) dan tipologi partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga strategi dalam pengembangan Desa Wisata Pentingsari pasca erupsi Merapi 2010 yaitu (1) meningkatkan peran kelompok masyarakat dalam kegiatan desa wisata, (2) mengemas olahan pangan lokal serta kerajinan tangan sebagai produk desa wisata, (3) meningkatkan kesenian tradisional seperti tari-tarian dan gamelan menjadi paket wisata. Strategi pengembangan Desa Wisata Pentingsari tersebut tidak lepas dari peran elemen modal sosial berupa kepercayaan, jaringan dan norma dalam mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap aspek pengembangan desa wisata. Bentuk partisipasi masyarakat pada pengembangan Desa Wisata Pentingsari dapat di kategorikan kedalam empat aspek yaitu perencanaan, implementasi, pemanfaatan hasil dan evaluasi. Bentuk partisipasi pada aspek perencanaan dan evaluasi terlihat pada partisipasi semua elemen masyarakat Pentingsari yaitu pengurus desa wisata, tokoh masyarakat dan masyarakat Pentingsari secara umum dalam forum besar desa wisata yang dilakukan setiap tahun untuk menyusun rencana program kegiatan desa wisata. Bentuk partisipasi masyarakat dalam aspek implementasi adalah ikutnya masyarakat dalam kegiatan desa wisata baik pembangunan maupun pelaksanaan . Partisipasi dalam bentuk implementasi kegiatan ini menghasilkan manfaat baik secara ekonomi maupun sosial kepada masyarakat. Dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan kemudian di evaluasi bersama oleh masyarakat Desa Wisata Pentingsari dalam forum tiga bulanan dan forum tahunan yang membahas rencana kegiatan wisata kedepannya, keuangan desa wisata dan evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan.

The existence of a tourist village on the slopes of Mount Merapi is an interesting phenomenon to study. The region has a high potential tourist villages but are in areas prone to natural disasters eruption of Mount Merapi. On one side of the tourist village activities can mobilize community participation and bring a lot of tourists so that the local economy could be rising. On the other hand frenetic fear also attacked people and infrastructure is also a tourist village that has been built considering the potential for natural disasters volcanic eruptions that can happen at any time. One of the tourist village namely Desa Wisata Pentingsari within 12.5 kilometers from the summit of Mount Merapi is a village located in areas prone to the eruption of Mount Merapi, namely areas within 11-20 km from the summit of Mount Merapi. Therefore in this study are discussed concerning (1) The development strategy of Tourism Village in Desa Wisata Pentingsari After the Merapi Eruption in 2010 and (2) Forms of public participation in the Tourism development Village of Desa Wisata Pentingsari. This study used a qualitative approach with case study method. Using the case study method, researchers were able to understand social phenomena in a holistic and meaningful strategy development Desa Wisata Pentingsari after the eruption of Merapi 2010. It also saw the form of community participation in the development of Desa Wisata Pentingsari. Data was collected with participatory observation, interview and documentation. The informants are Pentingsari Desa Wisata officials, community leaders and community Pentingari Pentingsari. Selection of informants are chosen because they have the knowledge and information about this research topic. Data analysis technique based on the analysis of case studies using the technique of making reference to the theory of explanation that is used in the initial study to look at the situation on the ground. In a study using three theories, namely the theory of social capital (trust, networks and norms), community-based tourism (CBT) and the typology of participation These results indicate that there are three strategies in the development of the Desa Wisata Pentingsari after the eruption of Merapi in 2010: (1) increase the role of community groups in the activities of a tourist village, (2) to package processed local foods and crafts as a product of a tourist village, (3) improve the arts traditional dance and gamelan into package tours. The development strategy of Desa Wisata Pentingsari could not be separated from the role of the elements of social capital of trust, networks and norms in encouraging people to participate in every aspect of rural tourism development. Forms of community participation in the development of Desa Wisata Pentingsari can be categorized into four aspects: planning, implementation, utilization and evaluation results. Participation in all aspects of planning and evaluation looks at the participation of all elements of society Pentingsari is a tourist village officials, community leaders and the general public in a forum Pentingsari major tourist village which is conducted every year to plan a tourist village activity program. Forms of community participation in the implementation aspect is tourist village communities in activities both development and implementation. Participation in the form of implementation of these activities generate benefits both economically and socially to the community. From any activities that have been carried out then evaluated jointly by the tourism village community forums Pentingsari quarterly and annual forum that discusses future plan of tourism activities, tourist village finances and evaluation of activities that have been carried out.

Kata Kunci : Pariwisata, Pentingsari, Erupsi Merapi

  1. S1-2015-317837-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317837-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317837-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317837-title.pdf