Laporkan Masalah

Demokrasi Sebagai Siasat: Menafsirkan Tapak Politik Demokrasi Sri Sultan Hamengku Buwono IX

BASTIAN WIDYATAMA, Drs. Ratnawati, S.U

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Dalam konteks sistem pemerintahan, raja sebagai pemilik kekuasaan yang absolut semakin tergeser posisinya di era demokratisasi yang terjadi sejak era 1940-an. Bahkan banyak negara dengan sistem pemerintahan monarki harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yaitu dengan mengadopsi sistem demokrasi. Di Indonesia, masuknya nilai-nilai demokrasi justru dibawa oleh sosok feodal yang dinilai bertentangan dengan demokrasi yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Keraton Yogyakarta. Berdasarkan fenomena menarik tersebut, maka fokus permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana penafsiran tapak politik demokrasi Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang notabene merupakan seorang raja. Selain itu, penelitian ini juga akan menguak faktor-faktor yang mempengaruhi sepak terjang politik Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk mempertahankan eksistensi kekuasaan yang dimilikinya. Untuk melihat sisi demokratis dari tokoh tersebut, maka teori besar yang digunakan adalah teori sosiologi pengetahuan dan nilai-nilai demokrasi. Adapun teori sosiologi pengetahuan digunakan untuk mengetahui aspek sosial-historis yang dapat mempengaruhi pemikiran seseorang. Dari aspek sosial-historis tersebut, maka setidaknya ada 3 hal penting yang digunakan untuk melacak faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan seseorang yaitu faktor kognisi, interaksi, dan kebutuhan untuk aksi. Selanjutnya, untuk menafsirkan tapak politik demokratis Sri Sultan Hamengku Buwono IX, maka penelitian ini menggunakan teori nilai-nilai demokrasi Henry B.Mayo yang terdiri dari lima hal yaitu adanya penyelesaian masalah secara damai, menjamin adanya perubahan secara damai di dalam masyarakat yang selalu berubah, adanya pergantian kekuasaan secara teratur, adanya nilai keanekaragaman, dan menegakkan keadilan sebagai inti moralitas politik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan biografi sehingga tapak politik tokoh tersebut dapat dilacak secara lebih komprehensif berdasarkan pengalaman hidupnya. Dengan menuliskan kisah hidup Sri Sultan Hamengku Buwono IX, maka akan didapatkan pengalaman menarik yang dapat menjadi poin penting untuk menafsirkan tapak politik demokrasi yang dilakukan oleh sultan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan menggunakan studi literatur yang membahas tentang kisah hidup Sri Sultan Hamengku Buwono IX, termasuk melakukan wawancara terhadap beberapa tokoh-tokoh tertentu untuk mengonfirmasi data yang didapatkan dari studi literatur tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, tapak politik demokrasi yang dilakukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX tidak lain mengacu pada kebutuhan sultan untuk mengadopsi ide-ide demokrasi. Konsep kepemimpinan demokratis Sri Sultan Hamengku Buwono IX tersebut kemudian dimanifestasikan ke dalam beberapa kebijakan demokratis, termasuk ke dalam sikap dan tindakannya. Bahkan, sikap politik demokratis sultan tersebut tidak lain merupakan siasat untuk mempertahankan eksistensi kekuasaan yang dimilikinya (kerajaan). Hasil penelitian tersebut tentu akan menjadi pembeda di tengah maraknya romantisme- romantisme lama tentang sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

In the global context, kings who were hold absolute power gradually being forced to decrease their power due to the existence of democratization notion, which has occurred since 1940s. Even in many countries with monarchical government system must adapt themselves with democratic system. Surprisingly, in Indonesia, the democratic values itself actually was brought by feudal figure,who supposed to be contrary with the notion of democracy, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, the king of Yogyakarta Sultan Palace. Based on this interesting phenomenon, research question being highlighted is “How is the interpretation of democratic political ways of Sri Sultan Hamengku Buwono IX ?”. In addition, this research also aims to reveal factors that influence political action of Sri Sultan Hamengku BuwonoIX in order to maintain his power. To elaborate the democratic side of the figure, big theory used are the sociology of knowledge and democratic values. The sociological theory of knowledge is used to determine the socio-historical aspects that can affect person's way of thinking. Based on socio-historical aspects, there are at least three important things to identify the factors affecting someone action. They are cognition, interaction, and the need for action. Furthermore, to interpret the democratic political ways of Sri Sultan Hamengku BuwonoIX, this study used the theory of democratic values fromHenry B.Mayo which consists of five things; the peaceful resolution of disputes, ensuring peaceful change in society that is constantly changing, the shifting power regularly, the value of diversity, and justice as the core of political morality. The method used is a qualitative with biography approach. Thus, the political ways of the figure can be explored more comprehensively based on his life experiences. By exploring the life story of Sri Sultan Hamengku Buwono IX, the stock of knowledge to interpret democratic political ways of Sultan will be greater and the aims to interpret his way of thinking can be analytically done. The data collection techniques used in this research are literature aboutSri Sultan Hamengku Buwono IX and in-depth interview as a way to confirm data obtained in the first place. In brief,the political ways taken by Sri Sultan Hamengku Buwono IX were just to fulfill Sultan’s need in order to adapt with democracy values. The concept of democratic leadership of Sri Sultan Hamengku BuwonoIX is then manifested in several democratic policies, including his attitudes and action. In fact, the decision of his democratic politics was nothing but a strategy to maintain his existence power. Results were certainly going to be a differentiator in the midst of a long romance stories about Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Kata Kunci : Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Demokrasi, Tapak Politik, Siasat,Yogyakarta

  1. S1-2015-311683-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311683-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311683-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311683-title.pdf