Laporkan Masalah

The Impact of Board Size and its Independence on Financial Performance in Banking Industry

DELFIA SOPANI, Bettine Bergmans; Frank Gruben

2015 | Skripsi | AKUNTANSI

Pada bulan September 2008, sistem keuangan dunia terancam jatuh akibat terguncangnya industri perbankan global (The Economist, 2013). Perbankan, memiliki peran penting di berbagai negara sebagai kreditor dan pemilik modal mayoritas. Perannya juga penting karena kompleksitasnya yang membedakannya dengan industri-industri lain. Kompleksitas perbankan menjadikannya taat kepada peraturan yang lebih intens dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain (Andreas dan Valellado, 2008). Namun, tantangan dalam meregulasi industri perbankan malah menuntunnya kepada inisiatif untuk deregulasi industri perbankan, yang dipercaya dapat membuat institusi-institusi keuangan, seperti bank, kembali berkompetisi. Tetapi, peningkatan dalam kebebasan ini ternyata membawa dampak negatif yaitu meningkatnya aktivitas sektor keuangan yang lebih berisiko, dengan kata lain adalah kegagalan sektor keuangan. Kegagalan sistem keuangan menghasilkan kesadaran atas tata kelola perbankan, yang salah satu elemennya adalah dewan direksi. Dewan direksi yang efektif diharapkan dapat mendukung fungsi pengawasan dari tata kelola perusahaan perbankan. Dewan direksi memiliki beberapa faktor yang dapat mendukung efektivitasnya, seperti jumlah anggota dan independensinya. Penelitian membuktikan bahwa independensi dewan dapat diidentifikasi oleh dua sub-faktor, yaitu eksistensi direksi independen dan peran ganda CEO. Walaupun dewan direksi mempunyai peran penting dalam bank, gelombang perubahan regulasi dan deregulasi dari tata kelola perbankan bertahun-tahun meninggalkan pertanyaan, apakah dewan direksi benar-benar efektif dalam mengendalikan performa keuangan. Oleh karena itu, pertanyaan utama timbul: "Bagaimana pengaruh jumlah anggota direksi dan independensinya pada performa keuangan perbankan?" Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, dapat disimpulkan bahwa kedua faktor yang menjadi fokus dari penelitian ini, jumlah anggota dan independensi (yang diidentifikasi dengan eksistensi direksi independen dan peran ganda CEO), memiliki hubungan positif dan negatif terhadap performa keuangan industri perbankan.

In September 2008, world's financial system was almost brought down by a struggling global banking industry (The Economist, 2013). Banks, as major creditors and in some countries as major equity holders, play an important role as its complexity makes it different from the other industries. The complexity of banks has made it subject to more intense regulation than other firms (Andres and Valellado, 2008). However, the challenges in regulating the banking industry in turn lead to an initiative to deregulate banking industry, which was believed to let financial institutions, such as banks, to come back in the competition. However, this increase in freedom also had a significant downside, namely the increasingly speculative, high-risk activities of the financial sector, or in other words, financial sector failure. The failure of financial system brings out awareness of banks corporate governance, in which board of directors is one of the elements. An effective board of directors is expected to support the monitoring function of corporate governance in banking firms. Board of directors has several factors that can support its effectiveness, such as board size and independence. Research believed the independence of boards can be identified by two sub-factors which are the existence of independent directors and CEO role duality. Despite of the importance of board of directors in banks, the waves of regulation and deregulation of banks corporate governance throughout the years has left us with the question whether board of directors is really effective in controlling financial performance. Thus, the main question arises: "What are the influences of board size and its independence on banks financial performance?" Using literature review method, it can be concluded that two influencing factors that particularly become the focus of this study, board size and independence, which is identified by the existence of independent/outside directors and CEO role duality, do have both positive and negative relationship towards banks financial performance.

Kata Kunci : tata kelola perusahaan, dewan direksi, jumlah anggota dewan, independensi dewan, eksistensi direksi independen, peran ganda CEO, performa keuangan, industri perbankan

  1. S1-2015-311385-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311385-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311385-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311385-title.pdf