Laporkan Masalah

PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK PADA PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PESISIR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LUCKY RESTYAN N., Ir. Sukardi, M.P.

2015 | Skripsi | S1 BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) serta faktor yang mempengaruhinya pada kegiatan pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui teknologi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diterapkan oleh petambak di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) meliputi 10 parameter pada kegiatan pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei). Kesepuluh parameter tersebut meliputi: pemilihan lokasi; penentuan tata letak dan desain konstruksi; pemilihan wadah budidaya; pengamanan biologi (biosecurity); pemilihan benih ikan (udang); penggunaan pakan ikan (udang); penggunaan probiotik; penggunaan desinfektan; cara panen; peralatan panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) pada pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata sebesar 62,24 %. Faktor yang mempengaruhi penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) pada kegiatan pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) berupa adanya penyuluhan (komunikasi dan sosialisasi) mengenai teknis pembesaran udang oleh karyawan dari perusahaan pakan maupun probiotik. Faktor adanya penyuluhan (komunikasi dan sosialisasi), verifikasi (pencatatan) dan pengendalian berupa sertifikasi justru belum dilakukan oleh pihak otoritas kompeten. Adapun teknologi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diterapkan oleh petambak di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta adalah semi intensif.

This study aims to determine the application cara budidaya ikan yang baik (CBIB) as well as the factors that influence on the shrimp farming activities vaname (Litopenaeus vannamei) in the coastal Yogyakarta. Besides, this study also aims to knowing shrimp farming technology vaname (Litopenaeus vannamei) applied by farmers in the coastal Daerah Istimewa Yogyakarta. Application cara budidaya ikan yang baik (CBIB) includes 10 parameters on the shrimp farming activities vaname (Litopenaeus vannamei). Tenth these parameters include: site selection; determining the layout and design of construction; the selection of container cultivation; biological security; seed selection fish (shrimp); the use of fish feed (shrimp); the use of probiotics; the use of disinfectants; how to harvest; harvesting equipment. The results showed that application cara budidaya ikan yang baik (CBIB) on the shrimp farming activities vaname (Litopenaeus vannamei) in the coastal Yogyakarta an average of 62,24 %. Factor affecting application cara budidaya ikan yang baik (CBIB) on the shrimp farming activities vaname (Litopenaeus vannamei) such as the extension (communication and dissemination) regarding technical enlargement activities shrimp by employees of feed or probiotics company. Factors for such as the extension (communication and dissemination), verification (recording) and control form certification it has not been done by the competent authorities. As for the shrimp farming technology vaname (Litopenaeus vannamei) applied by farmers in the coastal Daerah Istimewa Yogyakarta is semi-intensive.

Kata Kunci : cara budidaya ikan yang baik, udang vaname, teknologi budidaya udang, semi intensif

  1. S1-2015-318253-abstract.pdf  
  2. S1-2015-318253-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-318253-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-318253-title.pdf