PENENTUAN GENESA MTA AIR UMBUL PAJANGAN BERDASARKAN EVALUASI DATA GEOLOGI DAN KIMIA AIRTANAH
IGA KUSUMADEWI, Dr. Doni Prakasa Eka Putra, S.T., M.T
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIMata air Umbul Pajangan secara administrasi berada pada Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mata air ini muncul pada lereng selatan Gunung Merapi. Menurut penelitian sebelumnya oleh Boulom et al (2014) umumnya mata air di lereng selatan Gunung Merapi memiliki tipe air yang sama. Namun, meskipun tipe kimia airnya sama terdapat satu mata air yang memiliki nilai daya hantar listrik (DHL) yang lebih tinggi dibanding mata air lain. Mata air tersebut adalah Umbul Pajangan. Tingginya nilai DHL ini mengindikasikan bahwa Umbul Pajangan keluar dari akuifer yang berbeda (lebih dalam). Perbedaan akuifer ini erat kaitannya dengan formasi batuan yang menyusun daerah penelitian dimana sebelumnya telah diteliti oleh Sir MacDonald and Partners (1984) yang tersusun oleh Formasi Yogyakarta yang lebih muda (lebih dangkal) dan Formasi Sleman yang lebih tua (lebih dalam). Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui genesa Umbul Pajangan. Sementara untuk mecapai maksud, terlebih dahulu harus memenuhi beberapa tujuan antara lain mengetahui kodisi geologi, mengetahui tipe kimia airtanah dan menganalisa adanya konektivitas hidrolika antara mata air Umbul Pajangan dengan kemunculan airtanah sekitarnya. Penelitian menggunakan metode pengamatan data lapangan berupa pemetaan litologi dengan mengambil data stratigrafi untuk mengetahui pelamparan tiap formasi batuan dan dikorelasikan dengan hasil analisa geokimia airtanah untuk mengetahui tipe kimianya. Hasilnya adalah diketahui tipe airtanah yang berasal dari sumber dangkal atau dalam atau bahkan hasil percampuran yang menandakan adanya konektivitas hidrolika. Hasilnya penelitian adalah terdapat dua satuan litologi yaitu Satuan Lanau-Bongkah yang mewakili Formasi Yogyakarta dan Satuan Pasir-Bongkah yang mewakili Formasi Sleman. Tipe kimia airtanah terdiri dari air Na-SO4-HCO3 yang berasal dari sumber dalam, air Na-HCO3 yang berasal dari sumber dangkal, dan Na-HCO3-SO4 yang merupakan hasil percampuran dua sumber. Sedangkan kesimpulan genesa Umbul Pajangan adalah mata air artesis yang keluar secara langsung dar akuifer dalam karena tekanan dari dalam akuifer dan tidak terpengaruh adanya percampuran airtanah.
Umbul Pajangan spring is located on Widodomartani village, Ngemplak subdistrict, Sleman regency, Yogyakarta Special Province. This spring is located on southern slope of Merapi Volcano. According to previous research by Boulom et al (2014) is generally a spring on the southern slope of Mount Merapi have the same type of water. However, although the same type of water chemistry there is a spring that has a value of electrical conductivity (EC) is higher than other springs. These springs are Umbul Pajangan. DHL's high value indicates that Umbul Pajangan out of the different aquifer (deeper). Differences aquifer is closely related to the rock formations that make up the study area which had previously been investigated by Sir MacDonald and Partners (1984) composed by Yogyakarta younger formation (shallow) and Formation Sleman older (deep). The intent of this study is to determine the genesis Umbul Pajangan. As for reaching the purpose, must first meet several objectives, among others knowing geological condition, knowing the type of groundwater chemistry and analyze the hydraulic connectivity between spring Umbul Pajangan with the emergence of the surrounding groundwater. Research using field data observation form lithological mapping by taking the data to determine the spreading each stratigraphic rock formations and correlated with results of geochemical analysis of groundwater to determine the type of chemical. The result is a known type of groundwater from sources shallow or deep, or even mixing results which indicate hydrolic conductivity. The result of this research is that there are two lithological units Satuan Lanau-Bongkah (Silt-Gravel) which represents Formation Yogyakarta and Satuan Pasir-Bongkah (Sand-Gravel) which represents Formation Sleman. Type of groundwater chemistry consists of water Na-SO4-HCO3 derived from deeper aquifer, Na-HCO3 water coming from shallower aqufer, and Na-HCO3-SO4 which is the result of mixing two sources. While the genesis conclusion Umbul Pajangan are artesian springs that come out directly dar deep aquifer because of pressure from the aquifer and is not affected by the mixing of groundwater.
Kata Kunci : Umbul Pajangan, geokimia, kondisi geologi, akuifer dalam.