Laporkan Masalah

EVALUASI KETERSEDIAAN TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK DI INDONESIA TAHUN 2011

Rosita, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo SU., MSc., ScD; Dra. Yayi Suryo Prabandari., MSi., PhD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan rasio tenaga kesehatan yang rendah. Di sisi lain, angka kematian balita di Indonesia masih tinggi. Imunisasi campak merupakan strategi pencegahan untuk mengurangi angka kematian anak dan balita yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi yaitu, dokter, bidan, dan perawat. Tujuan: Untuk melakukan evaluasi ketersediaan tenaga kesehatan di puskesmas dan menilai hubungannya dengan cakupan imunisasi campak pada bayi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional melalui pendekatan kuantitatif. Variabel terikat adalah cakupan imunisasi campak pada bayi, variabel bebas utama adalah rasio tenaga kesehatan, dan variabel bebas lainnya ketersediaan vaksin campak, pelatihan, dan keberadaan jaringan kesehatan lainnya. Variabel pengganggu terdiri dari PDRB dan AMH perempuan usia lebih dari 15 tahun. Hasil: Secara statistik, tidak terdapat hubungan antara rasio tenaga kesehatan dengan cakupan imunisasi campak pada bayi, tetapi jika tenaga kesehatan diuji secara terpisah, maka semakin rendah rasio bidan per puskesmas semakin rendah pula cakupan imunisasi campak pada bayi. Ketersediaan vaksin campak dan AMH memiliki hubungan dengan cakupan imunisasi campak. Masih terdapat kesenjangan distribusi tenaga kesehatan antar wilayah di Indonesia. Di bagian barat Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan wilayah timur. Kesimpulan: Ketersediaan bidan di puskesmas berperan dalam pencapaian cakupan imunisasi campak pada bayi. Perencanaan penyediaan tenaga kesehatan seharusnya tidak hanya berdasarkan rasio per 100.000 penduduk tetapi harus juga mempertimbangkan luasnya area layanan dan beban kerja

Background: Indonesia is a country with low ratio of health workers. On the other hand, the infant mortality rate in Indonesia is still high. Measles immunization is a prevention strategy to reduce infant and child mortality that should be done by someone who has competence, like doctors, midwives and nurses. Objective: To evaluate the availability of health workers in primary health care and assess its correlation with measles immunization coverage in infants. Research methods: Analytic descriptive research using cross sectional design with quantitative approach. The dependent variable is the measles immunization coverage in infants, the main independent variable is the ratio of health workers, and other independent variables measles vaccine availability, training, and existence of private health facilities. Confounding variables consisted of GDP and female literacy over 15 years. Result: Statistically, there was no correlation between the ratio of health workers with measles immunization coverage in infants, but if the health workers disaggregated into doctors, midwives, and nurses, we found that midwives ratio in primary health care has correlation with measles immunization coverage in infants. Female literacy and the availability of measles vaccine has a correlation with measles immunization coverage, but not with GDP.There is gap between regions distribution of health workers in Indonesia. In the western part of Indonesia is relatively better than the eastern. Conclusion: The availability of midwives in primary health care plays a role in achieving the measles immunization coverage in infants. Planning of health workers should not be based on the ratio per 100.000 population, but should also consider the service area and workload

Kata Kunci : tenaga kesehatan, imunisasi campak, angka melek huruf, PDRB vaksin / health workers, measles immunization, female literacy, GDP, vaccine

  1. S2-2015-323754-abstract.pdf  
  2. S2-2015-323754-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-323754-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-323754-title.pdf