KERAGAMAN USAHA DAN HASIL TANGKAPAN TUNA DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG KABUPATEN GUNUNGKIDUL
ADYA DWI CAHYA, Ir. Supardjo Supardi Djasmani, S.U.;Suadi, S.Pi., M. Agr. Sc., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANANIntisari Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman perikanan tuna terutama aspek pemanfaatan (armada penangkapan, alat tangkap, hasil tangkapan, musim, dan trip) dan aspek biologi (panjang dan berat ikan). Penelitian dilakukan di Sadeng dengan metode survei kapal komersial dan pemilik kapal yang dilaksanakan selama bulan Desember 2014. Penentuan sampel hasil tangkapan dilakukan dengan random sampling dan penentuan responden dengan metode purposive sampling. Total sampel ikan yang diamati dan diukur sebanyak 540 ekor dan responden nelayan yang diwawancara sebanyak 5 juragan kapal. Hasil penelitian menunjukkan jenis armada penangkapan tuna yang digunakan adalah kapal Sekoci ukuran 7-10 GT dan kapal Inka mina ukuran 30-36 GT. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap tuna adalah gill net, hand line, dan purse seine dengan fishing trip 5-6 hari per trip dan kapal Inka mina 7-8 hari per trip. Hasil tangkapan yang menjadi komoditas jenis tuna di bulan Desember yaitu tuna sirip kuning dan cakalang. Tuna sirip kuning terbanyak pada ukuran panjang dengan kisaran 30,1-35 cm dan berat 500-1.000 g, cakalang dengan panjang 25,1-32 cm dan berat 500-1.200 g, dan tongkol dengan panjang 24,1-26 cm dan berat 230-280 g. Berdasarkan analisis data produksi dalam kurun waktu 2009-2013 diketahui musim puncak tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terjadi pada bulan Juli, musim puncak cakalang (Katsuwonus pelamis) pada bulan Oktober, dan musim puncak tongkol (Auxis thazard) pada bulan November. Penelitian memberikan gambaran adanya keragaman usaha perikanan tuna di PPP Sadeng. Aspek biologi ketiga jenis tuna yang didaratkan memiliki ukuran belum layak tangkap.
Abstract This study aims to determine the diversity of tuna fisheries, particularly the exploitation characteristics (fishing fleet, fishing gear, catch, season, and trip) and biological aspects (length and weight of fish). This research was conducted in Sadeng with commercial fisheries survey method. Combined with interview of the fishing vessels owner. The field study was conducted during December 2014. The total fish samples were 540 fishes, selected randomly from fish basket landing in harbor. Fishing vessels owner was interviewed using questioner, with a total number of 5 skippers. The study showed that there two group of fishing vessels to catch tuna: 7-10 GT fishing vessel, so-called Sekoci and 30-36 GT fishing vessel, so-called Inka mina. Fishing gear comprises of gill nets, hand line and purse seine. Fishing trip of Sekoci about 5-6 days per trip and Inka mina 7-8 days. The main catch during December was yellow fin and skipjack tuna. Based on the size of catch, the highest frequency of yellow fin tuna catch in the range length of 30,1 to 35 cm and weight of 500-1,000 g, skipjack 25,1 to 32 cm and weight 500-1200 g, and mackerel tuna 24,1 to 26 cm and weight 230-280 g. The peak season based on the data analysis of fish production in 2009 to 2013 indicated that, Yellow fin tuna (Thunnus albacares) reach peak season in July, skipjack (Katsuwonus pelamis) in October, and mackarel tuna (Auxis thazard) in November. The study indicated the diversity of tuna fisheries in the PPP Sadeng. Biological aspects of the three types of the ctach indicated that tuna is not been feasible catch size.
Kata Kunci : alat tangkap, armada, keragaman, panjang, berat, sadeng, tuna