Laporkan Masalah

Perubahan Sosial Nelayan Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo

MHD HARI MAULANA, Ir. Hery Saksono, M.A. ; Ir. Supardjo Supardi Djasmani, S.U.

2015 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sosial nelayan di Desa Jatimalang dalam 11 tahun (2004 - 2015). Responden berjumlah 47 orang nelayan, yang terdiri dari 14 orang ABK, 19 orang tekong, satu orang juragan dan 13 orang mantan nelayan, dipilih berdasarkan penelitian Fitriyah (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sosial pada struktur sosial dan organisasi nelayan. Stratifikasi sosial nelayan dilihat berdasarkan pada kriteria objektif dan subjektif. Nelayan di Desa Jatimalang secara objektif terbagi dalam tiga strata, yaitu strata atas, tengah dan rendah. Juragan dan tekong yang memiliki lahan pertanian, hewan ternak ekonomis, tambak udang atau berwiraswasta termasuk dalam strata atas. Tekong yang tidak memiliki lahan pertanian dan ABK yang memiliki lahan pertanian, hewan ternak ekonomis, tambak udang atau berwiraswasta termasuk dalam strata tengah. Anak Buah Kapal yang tidak memiliki usaha lain kecuali buruh termasuk dalam strata bawah. Nelayan secara subjektif digolongkan menjadi dua strata, yaitu strata atas dan bawah. Pengurus kelompok nelayan dan nelayan yang rajin pergi ke laut untuk menangkap ikan menempati strata atas. Nelayan yang bukan pengurus kelompok nelayan dan jarang pergi ke laut menangkap ikan menempati strata bawah. Kebijakan dan kepengurusan organisasi nelayan mengalami perubahan akibat konflik yang terjadi pada tahun 2006 - 2009.

This research aims to determine social change of fishermen in Jatimalang Village in 11 years (2004-2015). The respondents amounted to 47 fishermen, who consists of 14 crews, 19 skippers, one ship owner and 13 former fishermen, chosen based on Fitriyah's (2004) research. The results showed that there are social changes that occur in the social structure and organization of fishermen. Social stratification of fishermen can be based on objective and subjective criteria. Fishermen objectively divided into three strata, the upper strata, the middle strata and the lower strata. Ship owner and skippers who have agricultural land, economical livestock, shrimp farms or entrepreneurial ventures are included in the upper strata. Skippers who do not have agricultural land and the crews who have agricultural land, economical livestock, shrimp farms or entrepreneurial ventures including the middle strata. Crews who have no other business but as laborers included in the lower strata. Fishermen subjectively classified into two strata, the upper strata and the lower one. The stakeholders of fishermen organization and fishermen who diligently go to sea to catch fishes occupy the upper strata. Fishermen who are not stakeholder of fishermen organization and rarely go to sea to catch fishes occupy the lower strata. The policy and management of fishermen organization has changed due to the conflict which occured during 2006 - 2009.

Kata Kunci : Jatimalang, konflik, nelayan, perubahan sosial, stratifikasi sosialJatimalang, konflik, nelayan, perubahan sosial, stratifikasi sosial

  1. S1-2015-318279-abstract.pdf  
  2. S1-2015-318279-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-318279-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-318279-title.pdf