Pola Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) Di Pulau Sangalaki Kepulauan Derawan Kabupaten Berau
ANDI IBRAHIM, Dr. Ir. Djumanto, M.Sc.; Drs. Namastra Probosunu, M.Si.
2015 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah telur dan korelasinya terhadap beberapa parameter serta pola peneluran penyu hijau (Chelonia mydas) yang berdasarkan pada distribusi spasial, distribusi temporal, pengaruh musim, dan fase bulan di Pulau Sangalaki. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 Januari-31 Maret 2015. Data jumlah telur didapatkan dengan mengamati penyu betina saat sedang mengeluarkan telurnya. Data aktivitas peneluran penyu hijau yang dikumpulkan adalah antara Mei 2014 hingga April 2015. Data spasial peneluran penyu hijau didapatkan dengan menggunakan titik koordinat pada tiap sektor pantai. Data aktivitas peneluran yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi spasial dan temporal. Hasil penelitian menunjukkan kisaran jumlah telur tiap sarang yaitu 45-127 butir. Tidak ada korelasi antara panjang lengkung karapas dengan jumlah telur (r2=0,0088), namun ada korelasi antara kedalaman sarang dengan jumlah telur (r2=0,1866). Kisaran peneluran penyu hijau per bulan di Pulau Sangalaki adalah 168-1085 ekor dengan rerata 486 ekor. Pola peneluran penyu hijau di Pulau Sangalaki dipengaruhi oleh musim Barat dan Timur. Puncak peneluran penyu hijau di Pulau Sangalaki terjadi pada bulan Agustus yang bertepatan dengan musim Timur. Frekuensi peneluran penyu hijau di Pulau Sangalaki saat musim Timur empat kali lebih banyak daripada saat musim Barat. Frekuensi pendaratan penyu hijau tidak dipengaruhi oleh fase bulan (ANOVA P=0,602; F=0,641). Pantai di sebelah barat laut, timur laut dan selatan Pulau Sangalaki memiliki frekuensi peneluran penyu hijau yang tinggi. Pola ini terjadi saat musim puncak dan terendah peneluran. Sarang penyu hijau lebih banyak ditemukan pada daerah naungan vegetasi (64%) daripada daerah pasir terbuka (36%).
The purpose of this study was to determine the egg number laid of green turtle and its correlation to some parameters, nesting pattern of green turtles based on spatial and temporal distribution, the influence of monsoon and moon phases on the Sangalaki Island. This study was conducted from January 24st to March 31st 2015. The number of eggs data was obtained by observing when female was laying the eggs. Data of green turtle nesting activity were collected between May 2014 and April 2015. Spatial data of green turtle nesting was obtained using latitude and longitude position of each sector on the coast. Nesting activity data were analyzed descriptively by spatial and temporal distribution. The results showed that ranged of number of eggs per clutch was 45-127 eggs. There was no correlation between curved carapace length (CCL) with the number of eggs (r2=0,0088), but there was correlation between the depth of clutch with the number of eggs (r2=0,1866). The range number of green turtle emergence per month on Sangalaki Island was 168-1085 female and the average was 486 female. Nesting pattern of green turtle on Sangalaki Island was affected by the monsoon. The peak season of green turtle nesting activity occurred in August coincided was with the East Monsoon. The number of nesting during East Monsoon was four times higher than West Monsoon. The green turtles emergences into nesting beach for laying the eggs was not affected by moon phases (P=0,602; F=0,641). Northwest, northeast and south beach-side of Sangalaki Island has the high number of green turtles nesting. This pattern occurred on peak and low season of nesting. Nesting area occurred on the vegetation areas (64%) and the open sand areas (36%).
Kata Kunci : Penyu hijau, karapas, fase bulan, musim Timur, Pulau Sangalaki