KONTEKSTUALISASI PESANTREN: Studi tentang Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum, Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta
IRSYADUL IBAD, Agus Indiyanto, M.Si.
2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYALembaga pendidikan agama merupakan salah satu ujung tombak dalam penyebaran serta perangkai wajah sebuah agama. Permasalahan agama dewasa ini terlihat semakin kompleks, mengingat pada satu sisi agama mengalami kemajuan yang pesat namun di sisi lain beberapa oknum telah mencoreng nama suci agama untuk meraih kekuasaan dengan kekerasan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam sejak kemunculannya membawa ajaran yang toleran dan ramah serta disesuaikan dengan konteks Indonesia. Perkembangan pesantren pada sekarang ini telah menunjukkan bahwa pesantren berusaha ikut hadir dalam setiap perubahan masyarakat. Permintaan akan pendidikan agama pada setiap jenjang pendidikan disambut oleh pesantren dengan membuat pesantren berdasarkan latar belakang santrinya. Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak memliki Lembaga Kajian Islam Mahasiswa (LKIM), sebuah madrasah yang dikhususkan bagi para mahasiswa yang ingin tetap belajar di pesantren. Induk atau bentuk asal dari pesantren ini adalah pesantren salaf yang selama ini mendapat julukan sebagai lembaga pendidikan tradisional yang seolah-olah merupakan lawan kata dari lembaga pendidikan modern. Penelitian ini berusaha menemukan jawaban nila-nilai apa yang dimiliki oleh pesantren salaf sehingga memungkinkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan. Pesantren telah menunjukkan diri sebagai lembaga pendidikan yang selalu kontekstual, namun di sisi lain tanpa meninggalkan jati dirinya. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipasi, dimana penulis setidaknya selama beberapa tahun ini menjadi bagian dari pesantren. Data observasi partisipasi diperkuat dengan wawancara mendalam dengan beberapa pemangku jabatan di pesantren. Beberapa data pendukung juga penulis dapatkan dari arsip serta dokumen di LKIM. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa konsep nilai yang dianut oleh pesantren lah yang membuat dirinya dapat fleksibel. Pesantren memiliki pakem tersendiri yang bersifat dasar dan meskipun mengalami beberapa perubahan tetap dipertahankan. Konsep dasar tersebut berupa prinsip aqidah Islam yang tetap berpijak pada madzhabnya serta konsep dasar berupa etika. Sedangkan dalam metodologi dan unsur fisiknya akan tetap memiliki nuansa pesantren selama prinsip dasar itu dipegang.
Religious educational institutions is one of the spearheads of disseminating and coupling faces a religion. Pesantren or Islamic boarding schools are now required to conform to the development of science or the time lost. Pesantren on current developments have shown that the boarding school is trying to be present in every society changes. The demand for religious education at every level of education were welcomed by pesantren to create schools based student background. Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak have Islamic Studies Institute of College Student (LKIM), a madrasah which is reserved for students who want to keep learning in pesantren. Primary forms of these schools are boarding the pesantren salaf that has been dubbed as the traditional educational institution as if it is the opposite of modern educational institutions. This study uses participatory observation, which the authors at least for a few years has become part of the boarding school. Data observation is reinforced by the participation of in-depth interviews with some office holders in the schools. Some data also support the author got from archives and documents in LKIM. This study tried to find the answer values of what is owned by the pesantren salaf making it possible to adapt to the development. Pesantren have shown themselves as an educational institution that is always contextual, but on the other hand without leaving their identity as a derivative of the pesantren salaf. From these studies showed that the concept of values shared by pesantren one who makes himself can be flexible. Pesantren has its own grip that is both basic and despite some changes, the concept is retained. The basic concepts such as the principle of the Islamic faith which remains grounded in their madzhab and basic concepts such as ethics. While the methodology and physical elements will still have the feel of pesantren for the basic principle held. The emergence of college pesantren is a form of response from pesantren to answer the challenges of the times and science.
Kata Kunci : Pendidikan Islam, Kontekstualisasi, pesantren.