Efektivitas Pemberian Dana Bantuan Program Keluarga Harapan Terhadap Peningkatan Kesejahteraan di Kelurahan Mergosono
LUTHFIANA NURANI, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc Ph.D
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Program pengangkatan kemiskinan masih menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Hal ini cukup masuk akal mengingat masih banyaknya penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan, yaitu sebesar 28,28 juta jiwa berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Stastistik (BPS) bulan Maret tahun 2014. Dari keseluruhan program pengangkatan kemiskinan yang ada, pemberian bantuan secara langsung masih menjadi opsi yang diambil oleh pemerintah karena dianggap opsi inilah yang bisa membantu mengurangi angka kemiskinan dengan cara yang mudah dan tidak membutuhkan waktu serta upaya yang besar. Salah satu contoh dari program pengangkatan kemiskinan dengan cara memberikan dana langsung adalah melalui pemberian dana Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah salah satu program yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementrian Sosial dengan cara memberikan sejumlah uang tunai yang besarannya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga penerima yang merupakan golongan Keluarga Sangat Miskin (KSM). Keluarga yang berhak mendapat bantuan ini adalah keluarga yang memenuhi salah satu dari kriteria tertentu yaitu keluarga dengan anggota keluarga anak berusia 0 - 6 tahun, anak dibawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, dan ibu hamil. Bantuan PKH ini disalurkan kepada penerima selama 4 kali dalam setahun dan akan dihentikan apabila dalam keluarga tersebut sudah tidak ada lagi anggota keluarga yang memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif inferensial parametrik untuk menilai apakah ada perubahan yang dirasakan oleh penerima dana PKH dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Logika yang digunakan adalah apabila memang benar hipotesis awal yang menyebutkan bahwa pemberian dana PKH ini dirasa kurang efektif bagi penerima, maka seharusnya tidak ada perubahan berarti yang dirasakan oleh penerima. Dengan jumlah penerima sebanyak 316 KK, maka penelitian ini mengambil sampel sejumlah 50 KK untuk memenuhi validitas data yang dianalisa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan hasilnya dikalkulasi sehingga bisa menjawab rumusan masalah penelitian. Secara keseluruhan ada peningkatan yang dirasakan oleh peserta, termasuk didalamnya adalah peningkatan pengetahuan, peningkatan pengawasan, dan peningkatan akses terhadap failitas pendididakn dan kesehatan. Namun peningkatan yang terjadi masih harus diimbangi dengan perbaikan pada aspek lain seperti perbaikan database, sistem administrasi, hingga sistem pengawasan karena masih ada banyak celah yang ditemukan dalam pelaksanaan di lapangan. Hal tersbut perlu segera mendapat perbaikan untuk meningkatkan efektivitas penerimaan program yang diharapkan oleh penyelenggara program dan penerima program.
Poverty reduction program remains as the first-lined priority for Indonesian government. The primary cause of it is a large number of civilians are still listed below poverty line, 28.2 million people according to the data of BPS on March 2014. Among every single poverty reduction programs which are available in our country, Cash Conditional Transfer (CCT) still becomes government's most requently used method comparing to rest methods provided due to its easiness and time efficiency. One of those poverty reduction programs is "Program Keluarga Harapan". PKH is one of our government's program that is under the authority of Ministry of Social in which to provide some ammount of money to households that suffer from extreme poverty. There are several criteria for a household to receive this program, for instance; a household which consists of children whose age is between 0 to 6 years old, children under 18 years old that have not yet finished primary education, and pregnant women.Those money is given 4 times in a year or once every 3 months to the selected households and will be stopped when the households' family members do not longer fulfill criteria that listed above. This research is conducted using quantitative (inferential parametric) method in order to find if the selected households feels any differences whilst they are listed on PKH. The logic is, if those households do not feel any changes within the particular periods especially when they actively receive PKH, then this program is not so effective which means this does not bring any helps to the receivers. As the total of the program's receivers in Kelurahan Mergosono reachs 316 households, this research involves 50 samples of households from 4 different groups to fulfill the validity level. This research uses questonaires and is processeeded with the help of SPSS to answer the reserch question. To sum up the data proceeding, the result shows that the program's receivers feels some improvement in extent of knowledge, public facility access, and health from the government. However, some aspects still lacks and needs more improvements for example in the outdated-database, administration system, and weak control system which arises several problems. Those aspects needs to be handled as soon as possible to improve the effectiveness level of this program.
Kata Kunci : PKH, evaluasi, efektivitas, kemiskinan