TELEPON DAN MODERNISASI DI PERKOTAAN JAWA 1906-1942
ELSI RUMAWATI, Dr. Sri Margana, M. Phil
2015 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAHTelepon merupakan salah satu alat komunikasi yang mulai banyak digunakan di perkotaan Jawa. Bertambahnya orang-orang Eropa di Jawa sejak akhir abad ke-19, telah memberikan dampak terhadap perkembangan kota-kota di Jawa. Salah satu dampak tersebut yaitu perkembangan fasilitas-fasilitas penunjang kehidupan di perkotaan, seperti telepon. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan telepon sebagai salah satu fasilitas tersier dan kaitannya dengan modernisasi yang terjadi di perkotaan Jawa tahun 1906-1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang terdiri dari pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik, intepretasi, dan penulisan. Sumber yang digunakan berupa sumber tertulis, seperti arsip, surat kabar, buku, jurnal, novel, karya tulis dan sumber tidak tertulis berupa foto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telepon merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat perkotaan. Hal tersebut berkaitan dengan permintaan akan sambungan telepon yang terus meningkat, sejak di bawah pengelolaan pihak swasta hingga diambil-alih oleh pemerintah. Perkembangan layanan telepon mulai mengalami kemajuan seiring dibukanya kantor-kantor telepon, sambungan-sambungan baru, maupun kebijakan pemerintah terkait dengan penggunaan telepon. Namun, tidak semua lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas tersebut, hanya kantor-kantor pemerintahan, pelaku bisnis yang mapan, orang-orang berada, dan golongan tertentu lainnya.
Telephone is one of communication devices that started to be widely used in the urban Java. The increasing of European residing in Java since late 19th century had caused a significant impact to the development of cities in Java, one which was the development of a supporting device of modern lifestyle such as telephone. This aim of this study is to examine the role of telephone as one of tertiary facilities and its association with the modernisation happened in urban Java during 1906-1942. Method used in this study is history method , which is consisted of topic selection, source-collecting, critics, interpretation, and writing. Sources used are all written, such as archive, newspaper, books, journals, novels, esays, and unwritten sources such as photos. This study shows shows that telephone was one of the facilities that is needed and owned by urban citizens. This result is related to the demand of telephone connection which is constantly increasing ever since it was taken care under private parties� management until it was taken over by the government. The telephone service started to constantly develop along with the establishment of thelephone offices, new connections, as well as government policies regarding telephone utilization. However, not everyone in the communities could benefit of said facility, only government agencies or bureaus, established businessmen, well-of people, and other certain group of people.
Kata Kunci : komunikasi, telepon, modernisasi, kolonialisme,Jawa