Laporkan Masalah

DARI BHUGAT SAMPAI JIHAD: WACANA KEISLAMAN DALAM SERANGAN POLITIK PARTAI-PARTAI ISLAM TERHADAP PARTAI KOMUNIS INDONESIA 1950AN SAMPAI 1960AN

SATRIO DWICAHYO, Dr. Abdul Wahid, M.Hum, M.Phil

2015 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Islam dan Komunisme adalah dua ideologi besar yang kehadirannya turut membentuk gerak sejarah politik Indonesia. Pertentangannya semenjak awal abad ke 20 tidak pernah berhenti hingga mencapai puncaknya pada tahun 1965. Kelompok Islam yang memadukan agama dan politik dalam memainkan perannya dalam pembentukan negara menempatkan wacana keagamaan sebagai bagian penting dari perlawanannya menghadapi kelompok komunis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penciptaan wacana keagamaan oleh kelompok Islam dalam menghadapi kompetisi politik dengan kelompok komunis terutama PKI sepanjang tahun 1950an sampai 1970an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, sebelum dituliskan sebagai historiografi. Sumber utama dari penelitian ini adalah media massa yang diproduksi oleh kelompok Islam sebagai sarana pembentukan wacana dan arsip-arsip yang mendokumentasikan perguliran pemikiran di dalam kelompok Islam dalam menghadapi PKI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana keagamaan diproduksi sebagai bingkai oleh kelompok Islam. Pembentukan bingkai ini ditempuh melalui proses identifikasi ingroup dan outgroup, lalu dilanjutkan dengan mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar komunisme yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Mayoritas isu yang diciptakan sebagai bingkai tidak berkaitan langsung dengan konteks politik yang sedang bergulir. Wacana keagamaan yang tercipta dalam praktiknya dijadikan legitimasi dalam menghadapi kelompok komunis dalam bentuk kebijakan politik hingga kekerasan fisik.

Islam and Communism are two major ideologies in Indonesia which had significant roles in shaping Indonesian political history. Conflict between these two ideologies since 1920s lasted up to the next fivty years. Islamic groups combined religion and politics on play their role in the state formation created religious discourses as important instruments to oppose the Communist. The purpose of this study is to describe the production of religious discourses by Islamic groups in Indonesia especially within the context of political competition with Indonesian Communist Party (PKI) during the 1950s up to 1970s. This study uses historical research method consisting of collecting sources, verification, interpretation, and writing a historiography. Main sources of this study are mass media (i.e. magazines & newspapers) published by Islamic groups as the most effective way to shape discourses. In addition, this study used archives, that also indicate the dynamics of thoughts within Islamic groups. This study concludes that Islamic groups used religious discourse as frame. This framing process done by identifying the ingroup and outgroup aspects continued with the selection of any Communist fundamental principles that contradictory to Islamic values. Most of the created frames were not directly attached to the political context. In more practical way, the frame were used as legitimation to oppose Communist both in the form of policy or even physical violence.

Kata Kunci : Islam, Komunisme, Wacana Keislaman, Konflik Politik, Islam, Communism, Islamic Discourse, Political Conflicts

  1. S1-2015-311899-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311899-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311899-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311899-title.pdf