Perilaku Preventif Kesehatan Reproduksi Remaja dan Usaha Penguatannya
AGOENG NOEGROHO, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, MS.; Dr. Ir. Paulus Wiryono P. M.Sc.
2015 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dari faktor-faktor seperti peran penyuluh, variasi metode penyuluhan, keterdedahan media, komunikasi orang tua-remaja, kerentanan yang dirasakan, keseriusan mengenai kesehatan reproduksi, dan penilaian ancaman kesehatan reproduksi terhadap perilaku preventif kesehatan reproduksi remaja. Selain itu untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja melalui kelompok PIK Remaja dan mengidentifikasi berbagai permasalahannya di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian campuran (mix method) dengan penelitian kuantitaif sebagai pendekatan yang dominan dan didukung penelitian kualitatif untuk meneliti salah satu aspek dari penelitian. Populasi dan sampel penelitian adalah remaja anggota kelompok PIK di Kabupaten Banyumas yang diambil dengan teknik sensus berjumlah 149 orang. Sedangkan informan peneltian kualitatif adalah pembina, pengurus dan anggota PIK remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku preventif kesehatan reproduksi remaja dipengaruhi secara langsung oleh variabel penilaian ancaman kesehatan reproduksi dengan besarnya efek 0,517 satuan. Sedangkan variabel peran penyuluh, variasi metode penyuluhan, keterdedahan media, dan variabel komunikasi orang tua-remaja secara tidak langsung mempengaruhi perilaku preventif kesehatan reproduksi remaja, karena harus melalui variabel penilaian ancaman kesehatan reproduksi. Usaha-usaha penguatan perilaku preventif kesehatan reproduksi remaja dapat dilakukan dengan cara meningkatkan intensitas penyuluhan melalui PIK remaja, komunikasi orang tua-remaja, dan keterdedahan media mengenai kesehatan reproduksi agar kesadaran pada resiko-resiko yang mengancam kesehatan reproduksi remaja dapat meningkat. Pelaksanaan penyuluhan melalui kelompok PIK remaja yang ada di Kabupaten Banyumas, terbagi dua kategori yakni: PIK Sekolah/mahasiswa dan PIK remaja karang taruna. Permasalahan yang muncul dalam PIK remaja adalah siswa lulus, rekrutmen pengurus dan anggota baru sangat kurang, pengurus/anggota menikah, bekerja, pindah, sekolah ke luar kota, kemudian intensitas dari pembina untuk mendampingi kelompok PIK yang sudah dibentuk juga masih sangat kurang. Kata kunci: penyuluhan, kesehatan reproduksi, remaja, perilaku preventif
This study analyzed the influence of several factors such as the role of peer counselor, variation of extension methods, media exposure, parent-adolescent communication, perceived vulnerability, perceived severity, and perceived of threat reproduction health to adolescent reproductive health preventive behavior in Banyumas resident Central Java. The mix method used with quantitative research as the dominant approach and supported by qualitative research in a single research design. The sample unit was amount to 149 adolescent the member of adolescent counseling club in Banyumas that have taken by census techniques. The results of the research showed the adolescent reproductive health preventive behavior with indicators; adolescent often check the reproductive health, refuse to have sex before marriage, and prevent sexually transmitted dieses (STDs), were directly influenced by the perceived of threat reproductive health with the magnitude of effects 0,517 point. The strengthening efforts such as the reproductive health extension through adolescent counseling group, media exposure, and parent-adolescent communication were indirect influence to preventive behavior of reproductive health, but constitute important factors that conform the adolescent reproductive health preventive behavior. Adolescents of information and counseling center (PIK-R) in Banyumas divided into two types of PIK group, i.e. group of PIK school/college and PIK group youth organizations in the community. Problems in adolescent PIK group is regeneration. The number of administrators who are married, has college or work outside the city, resulting in a lack of members and the vacuum of extension activities.
Kata Kunci : Keywords: extension, reproductive health, adolescents, preventive behavior