Evaluasi Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Perumahan di Kota Palembang
ENDY AGUSTIAN, Ir. Prijono Nugroho D., M.SP., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESITanah memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan perumahan, sehingga tanah dijadikan sebagai modal dasar dalam terwujudnya suatu pembangunan. Meningkatnya pertumbuhan penduduk maka kebutuhan tanah akan bertambah, baik untuk permukiman maupun kegiatan perkotaan lainnya. Pembangunan perumahan di Kota Palembang menjadi sesuatu yang tidak sederhana, mengingat kebutuhan perumahan yang semakin bertambah setiap tahunnya serta pertumbuhan penduduk yang selalu meningkat, sementara lahan penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan yang terbatas. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan dievaluasi penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan di Kota Palembang. Penelitian ini akan memetakan pertumbuhan kawasan dan distribusi perumahan di Kota Palembang, serta mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan di Kota Palembang berdasarkan faktor pembangunan tanah yaitu faktor fisik, faktor institusi, dan faktor ekonomi. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dari kuesioner dan data sekunder berupa data spasial dan peraturan-peraturan yang terkait. Data primer diolah dengan menggunakan software SPSS 16,0 sehingga diperoleh tabel distribusi frekuensi dan grafik histogram penyediaan tanah untuk pembangunan perumahan, sedangkan data sekunder dipresentasikan dalam bentuk tabel dan peta pertumbuhan kawasan dan distribusi perumahan yang diolah dengan menggunakan software ArcMap 10. Tahapan berikutnya dilakukan analisis, sehingga dapat diketahui pola penyediaan tanah dan evaluasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembang perumahan telah memperhatikan tiga faktor pembangunan tanah. Berdasarkan aspek fisik luas kawasan perumahan lebih dari 4 ha dengan status peruntukan tanah berupa tanah pekarangan tidak diusahakan. Akses yang mudah dan kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dijadikan pertimbangan dalam pembangunan perumahan. Berdasarkan aspek institusi status hak tanah berupa hak milik yang diperoleh dengan cara melalui pembelian. Selain itu, penyediaan tanah melalui bank tanah dinilai membantu pengembang perumahan. Bantuan Pemerintah Daerah terkadang membantu pengembang, tetapi pengembang mengalami kesulitan khususnya dibagian perolehan izin prinsip pembangunan di suatu lokasi dikarenakan birokrasi dan aturan pemerintah yang rumit. Selain itu, berdasarkan aspek ekonomi harga tanah yang murah dan menguntungkan merupakan alasan pengembang perumahan untuk memilih lokasi. Harga tanah per meter2 pada saat pembelian sudah tergolong tinggi, hal ini menunjukan bahwa pengembang perumahan di Kota Palembang sangat efektif dalam menaikan nilai ekonomi tanah. Dari ketiga aspek tersebut, aspek ekonomi merupakan aspek yang paling dipertimbangkan oleh pengembang perumahan, karena pengembang perumahan sebagai pengusaha memiliki orientasi kepada keuntungan.
Land is a very important for residential development, so land is used as a basis for realization of development. Increasing population growth will increase land needs for residential and other urban activities. Residential development in Palembang city is not a simple problem, because residential development need always grows and population growth increases every year, but the supply of land for residential development is limited. Therefore, this study will evaluate land supply for residential development in Palembang city. This research will map the residential�¢ï¿½ï¿½s region growth and residential distribution in Palembang city and examine about the factors that affect land supply for residential development in Palembang city based on development factors. The development factors are physical aspect, institutional aspect, and economic aspect. The data collected in this study include primary data from questionnaires and secondary data from spatial data and associated regulation. Primary data are processed in SPSS 16,0 to get the distribution table of frequency and the histogram graph of land supply for residential development in Palembang city, while secondary data are presented in the table and the residential�¢ï¿½ï¿½s region growth map and residential distribution map which are processed in ArcMap 10. The next step is analysis of result, so that we can know the pattern of land supply and its evaluation. The research shows that residential developers have noticed the three factors of land provision for residential development. Based on the physical aspect, the wide area of residential is 4 hectare, and land designation status is garden soil. The easy access and appropriateness to the RTRW are the considerations of developers for building the residence. Based on the institutional aspect, the status of land rights is property rights by way of purchase. Moreover, land supply through land bank is assessed helping the residential developer. Local governments sometimes help the developers, but the developers have difficulty in particular section permits the acquisition of development principles at a location due to government bureaucracy and complex rule. Based on the economic aspect, land prices are cheap and profitable and they become the reasons for choosing the location of residential developers. The price of land per meter2 at the time of purchase was relatively high, indicating the residential developers in Palembang city are very effective in raising the economic of land value. Of the three aspects, the economy aspect is prioritized by residential developers, because residential developers as enterpreneurs have an orientation to get the profit.
Kata Kunci : Kata Kunci: Perumahan, Pengembang Perumahan / Keywords: Development, Residential Developer