PEMBUATAN CETAKAN COR DARI BAHAN CAMPURAN KACA DAN ALUMINIUM
RULLY ADITIA, Dr. Ir. Suryo Darmo, MT
2015 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESIN SVPenelitian komposit menggunakan campuran bahan baku non bubuk kaca dan aluminium powder banyak sudah dilakukan, tetapi kenyataan dalam pembuatan selalu useheating proses penekanan (sintering). Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau mendapatkan data yang sifat mekanik dari komposit dengan bahan baku yang sama tetapi dalam proses tanpa menggunakan penekanan apapun. Campuran bubuk aluminium digunakan (ukuran butir <0,297mm), mantan serbuk kaca (ukuran butir <0,074 mm) dicetak dalam ukuran cetakan besi (10x10x80) mm3, dan kemudian dipanaskan pada suhu 700 0C untuk dibuat menjadi sintered spesimen dan didiamkan selama 1 jam. Spesimen sinter kemudian diuji dengan uji lentur untuk mendapatkan kekuatan lentur. Kekuatan rata-rata lentur spesimen sinter terhadap volume kaca: aluminium dengan perbandingan 1: 2, 1: 1 dan 2: 1 pada suhu 700 C, masing-masing (0,1947kg / mm2), (0,3660kg/mm2),dan(0,7492kg/mm2).
Composites research using non raw material mixture of glass powder and many aluminum powder already done, but the fact in manufacture always useheating emphasis process (sintering). The research goal is to review the get data mechanical properties of composite with the same raw materials but in the process without using of any suppression. A mixture of used aluminum powder ( grain size < 0,297mm ), the former glass powder (grain size< 0.074 mm) printed in an iron mold size (10x10x80) mm 3 , and then heated at a temperature of 700 0C to be made into sintered specimen and allowed to stand for 1 hour . Sintered specimens were then tested with the bending test to obtain bending strength Average flexural strength of sintered specimens to volume ratio of glass : aluminum with a ratio of 1: 2 , 1 : 1 and 2 : 1 at a temperature of 700 C , respectively (0,1947kg/mm2), (0,3660kg/mm2), and (0,7492kg/mm2).
Kata Kunci : Glass, Aluminium, Casting, flexural strength.